seni
Sound of Record , Mendengar dan Melihat Kreator Seni Bojonegoro Bekerja
Sound of Record (SoR) adalah proyek seni kolaborasi kreator Bojonegoro. Membangun karya kreatif melalui karya audio visual.
SURYA.co.id | Bojonegoro-Persiapan dimulai, tim "Sound of Record" (SoR) sedang menata lokasi perekaman visual dan audio. Kamis (23/12/2021), dini hari, menandai proses produksi kolaborasi pertama itu segera terwujud.
Bertempat di Ndalem Lerem, Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, tim SoR terdiri dari beberapa kumpulan forum seni di Bojonegoro.
Fakhrudin Zamrony, Chief Organizer SoR, menyatakan bahwa proyek seni ini menjadi penanda penting bahwa tantangan produktif berkesenian di daerah bukan hal yang tidak bisa diwujudkan, melalui kolaborasi sebuah karya akan sangat mungkin terwujud.
"Tidak mudah tetapi bukan berarti tidak bisa, kolaborasi ini penting diingat, karena teman-teman bisa dan mampu berkarya secara bersama-sama. Semoga ini menjadi sajian yang menarik dan mendapat respon positif dari publik," ujar Fakhrudin Zamrony, pegiat event dan founder Frontman Organizer di Bojonegoro.
"Mewujudkan kolaborasi adalah kunci sukses proyek ini. Sebab butuh kesabaran menjaga komunikasi dari sekitar 20 seniman yang terlibat dari 6 forum seni yang berbeda. Keenam forum itu antara lain Akart Media dari bidang audio dan visual, Kopi Tani dari bidang tata artistik , Jurnaba sebagai media budaya , Sayap Jendela Art laboratory, Ndalem Lerem Creative Space, dan FM (FrontMan) Organizer," imbuhnya.
Secara konsep, SoR melakukan proses perekaman musik secara live record karya tiga kreator Bojonegoro : solois Brian Armando, kelompok musik Samasta, dan Thutak Thutuk Gathuk(TTG). Ketiga kreator itu menampilkan karya mereka masing-masing.
Brian Armando, salah satu kreator dalam helatan SoR, mengaku senang dan siap menjaga eksistensi kreator lokal di Bojonegoro. Ia berpendapat, tanpa dukungan dari kreator lain, karyanya hanya akan menjadi dokumentasi pribadi.
"Perlu, ini menjadi satu media publikasi karya yang akrab dengan penikmat karya. Saya sebagai musisi, tentu sangat senang menemukan support system di Bojonegoro yang berkenan merekam dan membuat music video untuk karya para musisi" Ujar Brian yang dalam helatan SoR menyajikan karyanya yang berjudul Sang Pemburu.
Halil M Wibowo, selaku Chief Audio and Recording SoR, mengakui bahwa proyek kolaborasi ini menjadi penanda baik untuk ruang ekspresi karya.
"Bagi saya bukan hanya kreator yang bisa berkarya, sebab melalui live record, itu merupakan ekspresi karya dari segi teknis. SoR akan menyajikan nuansa yang berbeda. Ambience ruang yang menjadi lokasi perekaman akan mengiringi musik yang disajikan teman-teman musisi," tegas Halil yang juga menjadi Head Creative Akart Media.
"Jadi bisa disebut live record sebagai upaya membangun ruang komunikasi antara Sound Director, Musisi, dan latar ruang perekaman. Memang agak berat harus lebih peka terhadap ambience, tapi jika itu dikenali maka tidak menjadi pengganggu malah akan menambah nuansa realis saat mendengarkan karya," tegas Halil.
Sebagai informasi, karya audio visual SoR akan dirilis di akun Youtube Sound of Record pada Sabtu 31 Desember 2021. Mengenai informasi dan perkembangan SoR bisa dipantau melalui akun instagram SoR. (Aji Kusuma)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/proses-produksi-sound-of-record.jpg)