Selasa, 21 April 2026

Berita Lamongan

Banjir Luapan Bengawan Jero Bertahan, Warga di Lamongan Bagai Hidup Dalam Baskom

Desa yang terparah akibat luapan Bengawan Jero ini adalah Desa Kemlagi Lor di Kecamatan Turi dan Desa Tiwet, Kecamatan Kalitengah.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Hanif Mashuri
Petugas BPBD Lamongan harus sibuk lalu lalang membantu warga di lokasi banjir, Kamis (30/12/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Banjir di kawasan sekitar Bengawan Jero masih belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Bahkan, kiriman air dari daerah selatan masih cukup tinggi dan mengakibatkan genangan tetap bertahan.

Desa yang terparah akibat luapan Bengawan Jero ini adalah Desa Kemlagi Lor di Kecamatan Turi dan Desa Tiwet, Kecamatan Kalitengah.

Di dua desa ini, banjir sebenarnya sempat surut, namun beberapa hari dan seiring tingginya intensitas hujan serta kiriman air dari daerah Lamongan selatan membuat banjir kembali menggenangi ruas jalan antara Kecamatan Turi dengan Kecamatan Kalitengah.

"Sempat surut, tapi 28 Desember kemarin datang lagi dan langsung banjir bahkan lebih tinggi. Malah yang sekarang lebih besar," kata salah seorang warga Desa Tiwet, Sa'im kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).

Bahkan, ada warga Tiwet yang terpaksa bertahan di kota karena tidak bisa pulang kampung.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan, Muhammad Muslimin mengatakan, selain menyiagakan mobil pikap dari OPD yang sudah ada, pihaknya juga ikut menerjunkan 2 kendaraan pikap sebagai moda transportasi untuk warga korban banjir.

"Saat ini untuk kendaraan pikap ada 2, namun jika air semakin tinggi kita akan ganti dengan truk," ungkapnya.

Untuk mengatasi banjir di kawasan Bengawan Jero ini, lanjut Muslimin, pihaknya telah dan sudah mengoperasikan setidaknya 5 pompa air dengan kapasitas tinggi untuk memompa air dari Bengawan Jero ke Bengawan Solo.

Kelima pompa air kapasitas tinggi ini di antaranya 3 pompa di Kuro, Kecamatan Karangbinangun dan 2 pompa air lainnya di Melik, Kecamatan Kalitengah.

"Kendalanya adalah tren Bengawan Solo masih tinggi, tapi kuro dalam rendah sehingga air tidak bisa maksimal membuang air ke Bengawan Solo," ujarnya.

Diketahui, banjir akibat luapan Bengawan Jero di Lamongan menimpa setidaknya puluhan desa di 6 kecamatan di Lamongan. Ke 6 kecamatan ini di antaranya adalah Kecamatan Turi, Kalitengah, Glagah, Karanggeneng, Karangbinangun dan Deket.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved