Gunung Semeru Meletus

PLN Pastikan Listrik di Hunian Baru Penyintas Erupsi Gunung Semeru Terpenuhi

Kali ini Pemkab Lumajang juga memastikan pasokan listrik di hunian baru tersebut aman.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/hayu yudha prabowo
Petugas dari PLN ULP Malang melakukan perbaikan listrik di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2021). PLN ULP Malang membantu pemulihan jaringan listrik di Kabupaten Lumajang yang mati terdampak erupsi gunung Semeru. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mempercepat relokasi hunian baru untuk penyintas erupsi Gunung Semeru.

Setelah selesai mendapat lahan relokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, kali ini Pemkab Lumajang juga memastikan pasokan listrik di hunian baru tersebut aman.

Harry Dewantoro Manajer Keuangan dan Umum Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Jember mengatakan, pihaknya memang tengah berkoordinasi dengan Pemkab Lumajang untuk perluasan jaringan listrik di tempat hunian baru, agar pendistribusian pasokan listrik dapat dilakukan secara maksimal.

Ia menyebut site plan gambar dua dimensi pemukiman baru sedang dipelajari.

"Kami sudah dapat site plan-nya. Pastinya nanti akan kami support. Kalau kami hitung di Sumbermujur, kami harus narik Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV sekitar 2,8 km dari jaringan eksisting" kata Harry.

Disebutkan Harry, JTM sepanjang 2,8 kilometer ini akan memasok listrik ke hunian baru ke 2.000 lebih hunian baru dengan daya 900 VA.

Baca juga: Truk Bermuatan Kecap Terguling di Tol Sumo, Berawal Ban Belakang yang Meletus

Sementara, gardu atau trafo akan dipasang 8 buah dengan kapasitas masing-masing 200-250 kVa.

Harry memastikan, sebelum bulan Februari 2022, listrik di lahan relokasi itu akan mulai dipasok secara bertahap.

Dalam minggu ini pihaknya akan memasang sejumlah tiang listrik di jarak 1 kilometer sebelum menuju akses perkampungan baru erupsi Semeru.

"Proyek kan butuh penggunaan listrik untuk peralatan proyek dan segala macam kami harus pastikan ada listrik," ujarnya.

Harapan PLN semua pihak juga ikut mendukung untuk pembebasan pohon disepanjang Right of Way (RoW) JTM yang akan dibangun, sehingga tidak menjadi kekhawatiran terhadap keandalan pasokan listrik.
Proses pembebasan pohon harus dilakukan sebelum jaringan baru dioperasikan, karena pohon dapat menjadi potensi gangguan aliran listrik.

"Dari sisi keandalan, kami maksudkan jangan sampai listrik bolak balik padam. Nah, oleh karena itu kami harap RoW yang dilewati JTM terbebas dari pohon,"ungkapnya.

Di sisi lain, bencana erupsi ini mengakibatkan banyak penyintas kehilangan pekerjaan, PLN akan mengupayakan keringanan biaya pasang baru dan Instalasi Milik Langganan (IML) beserta Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Selain memastikan pasokan listrik aman, dalam pembagunan hunian baru ini pihaknya juga akan menyumbang Fly Ash Bottom Ash (FABA) alias sisa-sisa pembakaran batu bara.

Material tersebut diharapkan bisa menjadi bahan campuran untuk membangun jalan menuju tempat relokasi.

"Itu kualitasnya lebih bagus karena mengandung silica. Kami yang sudah ready sekitar 4000 ton. Kalau pemkab butuh lebih banyak, bisa kami siapkan sesuai kebutuhan asalkan untuk keperluan korban terdampak Semeru" pungkasnya.

Sebelumnya, di masa pandemi Covid-19, PLN juga terus menggencarkan bantuan untuk warga di antaranya memberikan layanan listrik gratis selama Januari-Maret 2021 bagi pegguna daya listrik 450 dan 900 VA.

BACA BERITA GUNUNG SEMERU MELETUS LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved