Breaking News:

Berita Nganjuk

Kembalikan DBHCHT kepada Buruh Pabrik Rokok, Pemkab Nganjuk Salurkan BLT Rp 600 Ribu per Orang

Dengan demikian hanya buruh pabrik rokok yang memenuhi kriteria saja yang mendapatkan BLT tahun 2021 ini.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Salah satu buruh pabrik rokok saat menerima BLT sebesar Rp 600.000 dari Pemkab Nganjuk, Rabu (29/12/2021), dalam rangka membantu meringankan beban ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Pemkab Nganjuk memanfaatkan sebagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang didapatkan, untuk dikembalikan kepada para buruh pabrik rokok di wilayahnya. Ada sebanyak 531 buruh pabrik rokok yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) sesuai dengan pendataan yang telah diperbarui.

BLT sebesar Rp 600.000 untuk setiap buruh tersebut sengaja dilakukan pemkab untuk perekonomian para buruh pabrik rokok yang juga terdampak pandemi Covid-19.

Kabag Sumber Daya Alam (SDA) Asisten Perekonomian dan Pembangunan (EKBANG) Pemkab Nganjuk, Puji Astutik menjelaskan, DBHCHT sebagai amanat dari Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 206/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.

Di Kabupaten Nganjuk sendiri saat ini ada sekitar 1.000 orang karyawan dari pabrik rokok yang masuk kriteria penerima BLT sebesar Rp 600.000 per orang.

"BLT tersebut diserahkan di bulan Desember 2021 ini untuk menyesuaikan perubahan anggaran. Dan pencairan BLT itupun kami laksanakan ditengah pendataan yang masih terus dilakukan," kata Puji.

Dijelaskan Puji, anggaran untuk program BLT dari Pemkab Nganjuk cukup terbatas. Untuk itu Pemkab mengutamakan karyawan bagian produksi dan yang belum mendapat bantuan sosial (bansos). Dengan demikian hanya buruh pabrik rokok yang memenuhi kriteria saja yang mendapatkan BLT tahun 2021 ini.

"Bagi buruh pabrik rokok yang terlewatkan akan diusulkan pada tahun 2022 untuk mendapatkan bantuan serupa, semoga BLT tersebut bermanfaat," ucap Puji.

Sementara Direktur Operasional PR Langgeng Jaya Makmur, Suparno mengatakan, BLT tersebut dapat meringankan beban karyawannya. Apalagi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 yang dirasakan cukup memberatkan perekonomian para buruh pabrik rokok di Nganjuk.

"Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada Pemkab Nganjuk yang telah merealisasikan BLT yang sangat membantu rekan-rekan buruh," tutur Suparno. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved