Breaking News:

Ariel Tatum Ikut Bintangi Film Sepeda Presiden Arahan Sutradara Garin Nugroho

Film Sepeda Presiden berkisah tentang pertemuan antara tiga sekawan yang ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo, serta Youtuber Binar

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Rudy Hartono
surya/febrianto ramadani
Para Pemain Film Sepeda Presiden, artis cantik Ariel Tatum (tengah) didampingi Sutradara Garin Nugroho (kiri) saat menggelar konfensi pers usai nonton bareng, Tunjungan XXI, Rabu sore (29/12/2021) 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Film Sepeda Presiden berkisah tentang pertemuan antara tiga sekawan yang ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo, serta Youtuber Binar, yang lari dari kejenuhan hidupnya di Jakarta ke Papua.

Pertemuan yang melahirkan peristiwa serba kocak, diwarnai petualangan di alam Papua, menampilkan pemandangan alami nan indah serta diiringi lagu lagu anak dengan nuansa gembira lagi menghibur

Sederet artis ternama ikut membintangi film ini. Seperti Ariel Tatum memerankan Binar, Sita Nursanti sebagai Kepala Suster, Joanita Chatari, dan Ian William.

Sementara tiga sekawan anak anak asli Papua dimainkan oleh Arnol Aner Asmuruf, Dede Ramandei, dan Elias F Padwa. Film tersebut juga menggandeng Swastika Nohara sebagai penulis skenario bersama Garin Nugroho Sutradara Film.

"Film ini berawal dari tawaran  produser untuk mengembangkan berita hits tentang presiden yang membagikan sepeda, dan tentu saja menarik karena dari situ orang bermimpi ketemu presiden dan mendapatkan sepeda," ujarnya.

Menurutnya, tempat terbaik untuk mendapat sepeda ada di pulau pulau kecil. Sehingga kemudian, diputuskanlah Raja Ampat dan Sorong menjadi tempat produksi pengambilan film.

"Kemudian menari menyanyi dan akting adalah bagian dari kehidupan Masyarakat Papua sehari hari. Maka lahirlah Film Sepeda Presiden yang melibatkan putra putri papua," tuturnya.

Pesan yang disampaikan, lanjut Garin, tentang kegembiraan anak anak dan keluarga. Mengingat, tak sedikit orang yang sering menyepelekan kata kegembiraan. Baginya semua masyarakat pasti memiliki cita cita.

"Yang paling penting mencapainya dengan semangat dan membiarkan anak anak dalam kegembiraan," ucapnya.

"Kalau film film lain ke sekolah lewat sungai jatuh di sungai pasti memakai musik menderita. Kalau kami sebaliknya menampilkan kegembiraan. Karena tiga sekawan ini kalau disuruh akting sedih tidak bisa, susah sekali sampai 30 take lebih," sambungnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved