Berita Surabaya

Polda Jatim dan Polrestabes Siapkan Formula Pengamanan saat Pergantian Tahun Baru

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta memastikan, bakal ada pembagian ring untuk pengamanan tahun baru kali ini.

surya.co.id/firman rachmanuddin
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta didampingi Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan saat gelar konferenai pers pengamanan Tahun Baru. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Polda Jawa Timur berikut Polrestabes Surabaya dan Polres kota penyangga bakal menyiapkan formula pengamanan jelang malam pergantian tahun di Surabaya nanti.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta memastikan, bakal ada pembagian ring untuk pengamanan tahun baru kali ini.

"Surabaya ibukota provinsi jatim jadi bagian penting untuk wujudkan keinginan agar jalannya Tahun Baru ini aman dan sehat. Maka kami bentuk struktur organisasi pengamanan Tahun Baru bersama denga. Polrestabes dan stakeholder terkait," sebut Nico, Senin (27/12/2021).

"Bakal ada pembagian ring, satu dua dan tiga. Ring tiga adalah titik terluar dari perbatasan Madura, Sidoarjo dan Gresik, sampai titik ring satu pusat keramaian di Surabaya," imbuhnya.

Selain fokus pengamanan pada mobilitas masyarakat dari ring terluar Kota Surabaya, pengamanan juga dilakukan di beberapa gereja yang melakukan kegiatan ibadah saat tahun baru.

Baca juga: Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus di Kabupaten Madiun Ikut Pelatihan Menganyam Tas Plastik

"Kami juga memfokuskan pengamanan gereja. Ada tiga puluh empat tanggal 31 Desember dan pada tanggal 1 Januari 2022 ada dua puluh tiga gereja di Surabaya," terangnya.

Pengamanan tersebut salah satunya adalah pencegahan transmisi varian baru Covid 19, omicron.

"Sehubungan dengan adanya Omicron, sebisa mungkin menghindari kedamaian dan melaksanakan prokes. Pelaku usaha juga wajib patuhi prokes, pasang aplikasi peduliLindungi, pembatasan tempat 50persen. Ini tidak akan terlaksana tanpa partisipasi masyarakat yang jadi bagian penting hadapi Covid 19," bebernya.

Nici juga menyinggung terkait tempat wisata yang berpotensi menjadi jujukan masyarakat saat libur tahun baru kali ini.

Ia menyerahkan sepenuhnya kebijakan buka tutup tempat wisata dan pembatasan kepada Wali Kota Surabaya.

"Kami mengikuti kebijakan pak wali kota. Melalui surat edaran telah diatur tempat wisata yang bakal buka dan tutup. Ini sebagai upaya agar masyarakat terhindar dari transmisi Covid 19 varian Omicron ini," tandasnya.

BACA BERITA SURABAYA LAINNYA

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved