Gubernur Khofifah Imbau Masyarakat Batasi Mobilitas Saat Natal dan Tahun Baru
Meski tidak ada penyekatan di Jatim, namun Gubernur Khofifah tetap mengimbau masyarakat untuk di rumah saja
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Rudy Hartono
SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk mengurangi mobilitas saat momen natal dan juga tahun baru 2022.
Pasalnya, dalam pekan-pekan ini menjadi pekan yang rawan masyarakat untuk bergerak melakukan mobilitas seperti liburan atau berkunjung ke sanak saudara.
Meski tidak ada penyekatan di Jatim, namun Gubernur Khofifah tetap mengimbau masyarakat untuk di rumah saja ketika tidak ada kegiatan yang sangat penting untuk keluar rumah.
Hal ini merujuk pada upaya untuk menghindari adanya lonjakan kasus dan juga adanya ancaman varian baru omicron yang kini telah masuk ke Indonesia.
"Nataru ini saya mohon seluruh warga Jawa Timur tetap bisa meminimalisir dan mengurangi mobilitasnya, karena dari pengalaman yang dulu ketika ada libur panjang 14 hari setelah itu cenderung selalu ada lonjakan," kata Khofifah yang diwawancara di Unesa, Senin (21/12/2021).
Ia menyebutkan saat libur nataru tahun lalu, dan juga saat ada lebaran Idul Fitri, sudah ada imbauan untuk tidak mudik, namun masih banyak masyarakat yang tetap nekat mudik, dan berujung pada adanya lonjakan kasus covid-19.
Hal serupa juga terjadi saat nataru tahun 2021, dimana ada banyak keluarga yang masih menggunakan waktunya untuk liburan dengan protokol kesehatan yang kurang maksimal.
"Saat itu vaksinasi belum dilakukan, dan kita melihat bahwa pada bulan Januari itu kemudian terjadi lonjakan. Pun begitu saat bulan Juni ada varian Delta bulan Juli ada lonjakan secara eksponensial, ini tentu menjadi pengingat kita," tegas Khofifah.
Ditegaskan wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini, pengalaman-pengalaman seperti ini juga harus disertai renungan bahwa saat lonjakan terjadi, ada yang mengalani beranya mengantre di UGD.
Juga saat terjadinya lonjakan ada fenomena kelangkaan oksigen yang membuat masyarakat mengalami kesulitan dan kesusahan.
"Mudah-mudahan semua menjadi pembelajaran yang baik bagi seluruh masyarakat tidak hanya Jawa Timur. Karena kan mobilitas masyarakat ini dari berbagai daerah meskipun mungkin tidak lewat Juanda tapi kan mobilitas dan interaksi itu luar biasa," tegas Khofifah.
"Oleh karena itu saya mohon kepada siapa saja dimana saja tolong kita menjaga protokol kesehatan yang tetap tetap tolong tetap dikurangi mobilitas," pungkas Khofifah.
Bagi yang ingin berwisata lokal pun, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, dan juga menerapkan secara seksama pembatasan kapasitas dengan menggunakan peduli lindungi.
