Berita Malang Raya

Program Kampus Mengajar Universitas Brawijaya di SD 3T, Temukan Siswa Kelas 3 Tak Bisa Membaca

Dua mahasiswa Universitas Brawijaya menuai pengalaman luar biasa saat mengikuti program Kampus Mengajar di Sekolah Dasar 3T

Editor: Cak Sur
Istimewa/Humas UB
Dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menuai pengalaman luar biasa saat mengikuti program Kampus Mengajar berbagi pengalamannya selama di Sekolah Dasar 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). 

SURYA.CO.ID, MALANG – Dua mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menuai pengalaman luar biasa saat mengikuti program Kampus Mengajar berbagi pengalamannya selama di Sekolah Dasar 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Mereka adalah Muhammad Iklil Zaki dari Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Celine Endang Patricia Sitanggang dari Fakultas Hukum (FH).

Dalam program kampus mengajar angkatan II tersebut, Iklil bertugas di SDN 38 Kelingkau Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Iklil awalnya tidak menyangka jika sekolah yang akan dia datangi jauh lebih tertinggal dibandingkan daerah tempat tinggalnya.

"Saya berasal dari daerah 3T, saya pikir SD saya dulu sudah cukup tertinggal dari segi Pendidikan. Ternyata masih ada yang lebih kurang mumpuni dibanding sekolah saya dulu,"katanya.

Iklil menambahkan, akses menuju SDN 38 Kelingkau sepanjang 68 km. Kondisi jalan yang harus dilalui pun bukan jalanan aspal. Akhirnya dia memutuskan untuk mengambil kontrakan terdekat dari sekolah.

"Dari kontrakan ke sekolah sekitar 15 km. Mau tidak mau harus di sana karena kebetulan saya ada kuliah setiap hari Selasa. Jadi pada hari Senin sepulang ngajar saya pasti ke kota terdekat untuk mendapat akses internet,"katanya.

Kondisi SDN 38 Kelingkau hanya ada dua ruangan kelas yang sudah di semen lantainya. Sisanya, termasuk ruang kantor beralaskan papan.

"Siswanya mengalami learning loss atau kemunduran akademik. Ada anak kelas 3 yang belum bisa mengenal huruf dan ada anak kelas 5 yang belum lancar penjumlahan sederhana,"katanya

Untuk mengatasi hal tersebut, Iklil bersama tiga temannya yang ditempatkan mengajar di SDN 38 Kelingkau, mengadakan les tambahan untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Manfaat dan Hikmah

Sementara itu, Celine Endang Patricia Sitanggang Mahasiswa FH UB mengajar di SD Tunas Bangsa Bontang Kalimantan Timur. Ia mengungkapkan, sekolah tempat dia mengajar tersebut terasa sangat kumuh karena tidak digunakan selama pandemi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved