Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Pemprov Jatim Gelontor Anggaran Rp 15,75 Miliar untuk Beasiswa S1 dan S2 Guru Diniyah

Melalui program Jatim Berkah, Pemprov Jatim memberikan beasiswa kuliah S1 dan S2 bagi para pengajar guru Diniyah di lingkungan pesantren.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat memberikan kuliah umum pada penerima beasiswa S1, S2 dan S1 Ma'had Ali bagi guru Diniyah di lingkungan pesantren. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menggulirkan program peningkatan kualitas akademik bagi guru Diniyah. Melalui program Jatim Berkah, Pemprov Jatim memberikan beasiswa kuliah S1 dan S2 bagi para pengajar guru Diniyah di lingkungan pesantren.

Untuk tahun ini di anggaran 2021 Pemprov Jatim setidaknya menggulirkan dana sebesar Rp 15,75 miliar dari APBD, untuk pembiayaan program beasiswa kuliah S1 dan S2 bagi pengajar diniyah di lingkungan pesantren.

Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto mengatakan, bahwa program tersebut merupakan program kelima Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Berkah yang diusung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan juga Wakil Gubernur, Emil Elestianto Dardak.

"Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan peningkatan kapasitas dan juga kualitas akademik dari para guru Diniyah di lingkungan pesantren. Harapannya dengan kualitas pendidikan tenaga pendidik yang mengikat maka juga seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan anak didiknya," kata Gatot, Senin (20/12/2021).

Dari anggaran Rp 15,75 miliar tersebut, Gatot merinci bahwa penggunaannya adalah untuk sebanyak 1.255 orang mahasiswa. Yang terdiri atas 510 orang mahasiswa S1, sebanyak 320 mahasiswa S2, dan juga 425 orang mahasantri S1 di Ma'had Aly.

Untuk masing-masing jenjang tingkatan, dikatakan Gatot, bahwa jumlah uang yang diterima untuk beasiswanya berbeda-beda.

Untuk jenjang S1 masing-masing mahasiswa mendapatkan beasiswa sebanyak Rp 10 juta, sedangkan untuk S2 masing-masing mendapatkan beasiswa senilai Rp 20 juta dan untuk jenjang S1 Ma'had Ali mendapatkan beasiswa dengan nilai Rp 10 juta.

"Untuk jumlah penerima beasiswa S1 maupun S2 bagi guru Diniyah ini setiap tahun selalu kami upayakan untuk ada peningkatan, kami maksimalkan untuk kerja sama dengan perguruan tinggi untuk bisa meningkatkan kerja sama dalam hal penyelenggaraan beasiswa ini," tegas Gatot.

Bahkan Gatot menyebutkan, bahwa pemberian beasiswa bagi guru Diniyah juga akan ditingkatkan dengan menggandeng perguruan tinggi di luar negeri.

Dalam waktu dekat Pemprov Jatim Timur akan memberangkatkan mahasiswa beasiswa S1 ke Al-Azhar Kairo Mesir.

Dengan harapan semakin besar kemampuan guru pengajar, maka kualitas lulusan pesantren juga akan meningkat kualitasnya yang tentunya akan berimbas pada peningkatan IPM Jawa Timur.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang berkesempatan memberikan kuliah umum bagi para penerima beasiswa S1 dan S2 dari Pemprov Jatim memberikan pesan khusus. Ia memesankan, agar seluruh penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin.

"Hari-hari ini, inovasi menjadi kunci survive di masa depan. Maka saya berpesan pada seluruh penerima beasiswa S1 dan S2 untuk terus memupuk semangat, agar jenengan tak lelah untuk mengajarkan kebaikan pada anak-anak didiknya di pesantren," kata Gubernur Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved