Breaking News:

Berita Jombang

NASIB ANAK KIAI JOMBANG seusai Kandas Gugat Kapolda Jatim, Perilaku Tersangka Pencabulan ini Terkuak

Begini lah nasib Much Subchi Azal Tzani (39), anak kiai di Jombang, Jawa Timur yang terjerat kasus dugaan pencabulan setelah permohonan praperadilanny

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Musahadah
Kolase Istimewa/SURYA.co.id
Anak kiai Jombang, Much Subchi Azal Tzani alias MSA menggugat Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dengan nominal Rp 100 juta. MSA tak terima dijadikan tersangka dugaan pencabulan. Akhirnya gugutan tidak bisa diterima hakim. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Begini lah nasib Much Subchi Azal Tzani (39), anak kiai di Jombang, Jawa Timur yang terjerat kasus dugaan pencabulan setelah permohonan praperadilannya ditolak hakim. 

Anak kiai di Jombang ini menggugat KapoldaPolda Jatim dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur setelah ditetapkan tersangka kasus pencabulan terhadap santri di pondok pesantren di Jombang itu. 

Mas Bekhi meminta Polda Jatim membatalkan statusnya sebagai tersangka dengan menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Selain itu, Mas Bekhi juga menuntut Kapolda Jatim membayar kerugian sebesar Rp 100 juta dan memulihkan nama baiknya.

Hakim tunggal Martin Ginting menyatakan gugatan praperadilan tidak dapat diterima karena cacat formil.

Permohonan praperadilan tersebut Niet Ontvankelijke Verklaard atau yang seringkali disebut sebagai putusan NO atau kurang pihak.

“Jadi yang menyidik awal perkara ini dan yang menetapkan Tersangka adalah penyidik Polres Jombang kemudian ditangani Polda Jatim. Tapi tanggungjawab tetap pada penyidik Polres Jombang, karena yang menetapkan tersangka adalah Polres Jombang makanya harusnya ditarik sebagai pihak termohon,” ujar Martin Ginting dikonfirmasi usai sidang, Kamis (16/12/2021) malam.

Baca juga: Anak Kiai Jombang Tersangka Cabuli Santriwati Gugat Kapolda Jatim Rp 100 Juta dan Minta Kasusnya SP3

Lalu bagaimana nasib anak kiai Jombang ini selanjutnya? 

Menurut Ginting, dengan putusan NO ini maka pihak pemohon masih bisa mengajukan permohonan praperadilan lagi dengan menambahkan pihak termohon.

“Bisa bisa (mengajukan ulang permohonan praperadilan),” ujar Ginting.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved