Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

KABAR BAIK, Rumah Pengganti Bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru Segera Dibangun

Rumah pengganti berbentuk hunian tetap bagi warga terdampak bencana erupsi Gunung Semeru akan dibangun dengan jumlah sekitar 2.000-an.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Wapres RI, KH Maruf Amin beserta Menteri LHK. Siti Nurbaya Bakar saat rakor di VIP Room Bandara Juanda, Kamis (16/12/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kabar baik disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa seusai rakor bersama Wapres RI KH Maruf Amin dan juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar di VIP Room Bandara Juanda Sidoarjo, Kamis (16/12/2021) siang.

Sebagaimana diketahui, Gunung Semeru yang kembali mengalami erupsi dan mengeluarkan awan panas guguran pagi ini membuat rencana kunjungan Wapres ke Lumajang menyapa pengungsi batal. Sebagai gantinya, Wapres Maruf Amin dan jajaran menggelar rakor di Bandara Juanda.

Usai rakor tersebut, disampaikan adanya kabar baik bagi para pengungsi, warga korban bencana awan panas guguran Gunung Semeru.

Kabar baiknya yaitu rumah pengganti atau hunian tetap bagi mereka akan segera dibangun. Hal ini bis dipastikan lantaran SK dari Kementerian LHK atas lahan yang nantinya digunakan sebagai lahan untuk hunian pengganti telah ditandatangani dan terbit.

"Kalau kami tanya ke pengungsi, selalu yang mereka harapkan adalah kepastian hunian mereka. Alhamdulillah surat keputusan dari Menteri LHK telah keluar tadi malam untuk menyiapkan lahan seluas 90,99 hektare di dua titik, di daerah Candipuro dan daerah Pronojiwo," kata Gubernur Khofifah, usai rakor.

Lahan tersebut, adalah lahan yang disiapkan untuk pembangunan hunian sementara hingga hunian tetap bagi warga terdampak.

Dikatakan Khofifah, dari dua lokasi itu yang disiapkan besar adalah Candipuro dan saat ini penyiapan hunian tetapnya sudah bisa dilakukan.

"Land clearing sudah bisa dilakukan setelah turunnya SK. Karena alat berat milik Kementerian PU, milik Kodam, milik Polda dan juga Pemprov sudah ada di sana. Setelah land clearing, sejumlah hunian itu segera dibangun huntara (hunian sementara)," tegas Khofifah.

Lebih lanjut disampaikan gubernur yang juga mantan Menteri Sosial RI, hunian sementara yang akan dibangun itu nantinya akan menjadi satu kesatuan dengan rumah induk hunian tetap atau rumah pengganti.

"Sehingga ketika hunian tetapnya selesai, hunian sementaranya bisa dijadikan bagian dari pengembangan rumah. Bisa untuk tambahan kamar, tambahan dapur dan seterusnya," tambah Khofifah.

Rumah pengganti berbentuk hunian tetap bagi warga terdampak bencana Semeru akan dibangun dengan jumlah sekitar 2.000 an hunian. Karena cukup besar, dikatakan Khofifah bahwa sudah disiapkan konsep smart village bagi mereka. Di mana tempat tinggal tersebut akan terintegrasi dengan sektor ekonominya.

"Jadi disiapkan smart village. Kompleks hunian akan terintegrasi dengan sektor ekonominya. Terutama untuk peternakan. Lalu ada permintaan juga untuk dapat area perhutanan sosial. Semoga ini bisa menjadikan ketenangan bahwa mereka sudah punya harapan yang jelas terkait tempat hunian tetap yang akan dibangunkan bagi mereka," tegas Khofifah.

Saat ditanya kapan pembangunan akan dimulai, Gubernur Khofifah memastikan, bahwa hal tersebut akan dimulai secepatnya karena SK sudah turun dan alat berat sudah standby di lokasi.

"Seharusnya hari ini kalau cuacanya bagus sudah bisa bergerak. Karena titik koordinatnya sudah ada baik di Pronojiwo maupun di Candipuro. Lalu Luasan juga sudah. Kalau land clearing sudah, maka bisa langsung siapkan huntara dulu baru huntap dibangun," pungkas Gubernur Khofifah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved