Breaking News:

Berita Nganjuk

Gara-Gara KONI Jatim Belum Berikan SK, Atlet Nganjuk Terancam Absen di Porprov Jatim 2022

Hal itu telah membuat nama harum Nganjuk di berbagai event yang diikuti atlet-atlet Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi berbicara soal belum turunnya SK Formatur KONI Kabupaten Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Belum keluarnya Surat Keputusan (SK) Formatur KONI Kabupaten Nganjuk oleh KONI Jawa Timur menjadi ancaman serius kelangsungan pembinaan olahraga di Nganjuk.

Akibat belum adanya SK itu, maka pembinaan cabang olah raga persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2022 tidak bisa dilakukan. Yang lebih mengkhawatirkan, anggaran pembinaan olahraga dalam APBD Nganjuk sekitar Rp 3 miliar, tidak akan terpakai.

Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya sudah mendapat kepastian turunnya SK Formatur KONI Nganjuk langsung dari Ketua dan Sekretaris KONI Jawa Timur. Bahkan menurutnya, SK Formatur KONI Kabupaten Nganjuk sudah clear tinggal tanda tangan.

"Caba nanti kami akan datang dan ambil SK Formatur KONI Kabupaten Nganjuk itu ke KONI Jawa Timur agar segera ada kepastian," kata Marhaen, Rabu (15/12/2021).

Dijelaskan Marhaen, sebenarnya Nganjuk menghasilkan banyak atlet juara dalam berbagai kejuaraan. Hal itu telah membuat nama harum Nganjuk di berbagai event yang diikuti atlet-atlet Nganjuk.

Karena itu, sangat disayangkan apabila atlet dari Kabupaten Nganjuk nantinya terancam tidak dapat berpartisipasi dan mengikuti Porprov Jawa Timur pada 2022 mendatang hanya karena belum ada SK dari KONI Jawa Timur.

"Makanya, kami akan perhatikan serius persoalan SK Formatur KONI Nganjuk tersebut. Jangan sampai hanya karena SK belum turun, atletk kita tidak bisa tampil di Porprov Jatim," tegasnya.

Dituturkan Marhaen, pada November 2021 lalu KONI Jawa Timur telah memberikan kepastian akan turunnya SK Formatur KONI Kabupaten Nganjuk. Dan karena adanya jaminan itu, maka Pemkab bersama DPRD Nganjuk mengalokasikan anggaran pembinaan olahraga dalam APBD 2022.

"Untuk itulah, anggaran pembinaan olahraga di setiap cabang olahraga (cabor) di APBD tentunya akan sia-sia, kalau tidak dimanfaatkan maksimal untuk prestasi para atlet di berbagai event kejuaraan," tandas Marhaen.

Salah satu pengurus cabor di Nganjuk yang tidak mau disebut namanya mengatakan, sebenarnya SK Formatur KONI Kabupaten Nganjuk sengaja dipersulit KONI Jawa Timur. Hal itu diduga akibat ada campur tangan dari pengurus lama KONI Nganjuk.

"Diduga seorang pengurus lama KONI Nganjuk tersebut terus mencoba menghalangi KONI Jawa Timur mengeluarkan SK Formatur KONI Kabupaten Nganjuk. Dan orang tersebut tidak sadar kalau langkahnya itu telah mengancam para atlet untuk berprestasi," tuturnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved