Breaking News:

Berita Surabaya

OJK Reg 4 Sebut Pertumbuhan Penyaluran Kredit BPR/S di Jatim Tumbuh 3,46 Persen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur sebut industri BPR mengalami pertumbuhan kredit/pembiayaan

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
OJK
Evaluasi kinerja BPR/BPRS di Jatim yang digelar OJK Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Industri Badan Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah atau BPR/BPRS, mampu menunjukkan eksistensinya dengan mencatatkan pertumbuhan kredit/pembiayaan yang lebih tinggi dibandingkan perbankan Jawa Timur dan Nasional, yakni tumbuh 3,46 persen (yoy) di tahun 2021 ini.

Hal itu diungkapkan Bambang Mukti Riyadi, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur, saat menggelar acara Evaluasi Kinerja BPR/BPRS Semester II Tahun 2021 secara hybrid.

"Sementara kredit perbankan di  tercatat tumbuh sebesar 1,51 persen sejalan dengan pertumbuhan kredit secara Nasional yang tercatat 3,26 persen," kata Bambang, dalam rilisnya, Selasa (14/12/2021). 

Pertumbuhan kredit di Jatim tersebut meningkat dibanding periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat menurun 1,78 persen.

Bambang melanjutkan bahwa proses pemulihan ekonomi di Jawa Timur telah dilaksanakan melalui berbagai langkah.

OJK telah memberikan ruang gerak bagi sektor riil dengan mengizinkan perbankan menetapkan kualitas kredit debitur hanya dengan menggunakan satu pilar yaitu ketepatan membayar dan melakukan restrukturisasi kredit debitur terdampak Covid-19.

"Posisi Oktober 2021, industri BPR/BPRS di Jatim telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp1,3 triliun atau 1,8 persen dari total restrukturisasi perbankan di Jatim," lanjut Bambang.

Didorong oleh stimulus restrukturisasi terdampak Covid-19 yang telah berjalan, tercatat bahwa rasio NPL/NPF gross BPR/S di wilayah Jatim menurun dari 9,45 persen pada Oktober 2020 menjadi 9,19 persen pada Oktober 2021. 

“Dalam upaya menekan pemburukan kualitas kredit/pembiayaan tersebut, OJK meminta BPR/S untuk melakukan penguatan internal diantaranya melalui perbaikan manajemen risiko dan peningkatan permodalan” jelas Bambang.

Acara evaluasi kinerja ini juga dirangkai dengan kegiatan capacity building kepada Pengurus BPR/S mengenai Roadmap Pengembangan Industri BPR/S yang disampaikan oleh Bambang Widjanarko, Plt. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IV dan Akselerasi Digitalisasi pada BPR/S yang disampaikan oleh Sotarduga Napitupulu, Advisor Koordinator Pengawasan Perbankan Wilayah Timur.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved