Senin, 4 Mei 2026

Gunung Semeru Meletus

UM Surabaya Terjunkan Dokter Muda Tangani Psikososial Korban Erupsi Semeru

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) ikut ambil bagian secara langsung menangani para korban erupsi gunung Semeru

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Fatkhul Alami
Humas UM Surabaya
Dokter Muda UM Surabaya memberikan penanganan dan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial terhadap korban erupsi gunung Semeru. 

Penulis: Sulfi Soviana | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) ikut ambil bagian secara langsung menangani para korban erupsi gunung Semeru. Caranya dengan terjunkan enam relawan dokter muda ke lokasi pengungsia di Lumajang sejak 9 Desember 2021.

para dokter muda asal UM Surabaya diterjunkan untuk memberikan penanganan dan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial korban erupsi gunung Semeru.

Era Catur Prasetya, dosen pembimbing para dokter muda yang juga menjabat sebagai koordinator devisi psikososial Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim mengungkapkan, pentingnya penanganan kesehatan jiwa bagi korban bencana. Upaya tersebut harus dilakukan dengan melibatkan banyak elemen.

“Agenda penanganan kesehatan jiwa bagi korban adalah sesuatu hal yang penting sekali. Fakultas Kedokteran UMSurabaya dan MDMC Jatim bekerjasama dengan beberapa elemen saling bahu-membahu memberikan pendampingan. Salah satunya adalah PDSKJI (Persatuan Dokter Spesialis Jiwa Indonesia),” ujar Era Catur Prasetya, dokter spesialis jiwa yang juga dosen FK UMSurabaya dalam keterangan tertulis yang diterima Surya.co.id, Minggu (12/12/2021).

Selain itu, mereka juga bekerjasama dengan RSUD dr Haryoto Lumajang untuk melakukan follow up kondisi korban yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Agenda pendampingan tersebut terletak di Desa Sumbermujur, Desa Penanggal, Desa Tempeh Tengah dan Ponpes Ulul Albab.

Wichda Shirosa Nerly, salah satu dokter muda menjelaskan bahwa tim telah melakukan identifikasi kondisi lansia dan psikologis anak di posko pengungsian.

“Cara kami mengetahui lansia yang menjadi korban sedang mengalami gangguan kesehatan jiwa adalah dengan melihat expresi mereka. Apakah mereka sedang murung, menyendiri, menangis, atau kondisi lain yang mencerminkan kecemasan. Kemudian kami mendekatinya dan mencoba mengajaknya bicara, mulai dari menanyakan kabar, hingga menanyakan harapan kedepannya." Ujar Nerly.

Dari kondisi yang ada, Nerly menjelaskan juga bahwa para relawan dokter disana memberikan bantuan mulai dari akses informasi, bantuan logistik, hingga mempertemukan kepada keluarga yang terpisah.

Muhammad Ramzi, dokter muda UMSurabaya menambahkan bahwa data korban yang mengalami gangguan kesehatan jiwa akan dilakukan rencana tindak lanjut bersama RSUD dr Haryoto Lumajang.

“Semua kegiatan kami harus berkesinambungan hingga kondisi psikologi korban stabil dan kembali normal. Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah korban dari usia anak. Sejak awal mereka kita ajak untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. Dari bermain, mewarnai, hingga diberi hadiah supaya mereka bahagia dan kecemasan mereka berkurang,”Ujar Ramzi dokter muda yang juga aktivis di Muhammadiyah.

Sebagaimana diketauhi, UMSurabaya akan menurunkan beberapa bantuan untuk membantu proses percepatan penanganan bencana erupsi Semeru.

Dari menerjunkan relawan, dokter muda hingga bantuan logistik. Semua hal tersebut akan dilakukan secara bertahap dan bekerjasama dengan banyak pihak.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved