Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Meski TKDD Jatim Tahun 2022 Menurun, Gubernur Khofifah Optimis Jatim Bangkit di Tahun Mendatang

Dibandingkan dengan Tahun 2021, perolehan TKDD Provinsi Jatim Tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 0,39 persen.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara penyerahan DIPA dan TKDD tahun 2022, kepada jajaran Forkopimda Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah resmi menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Negara/ Lembaga (K/L) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2022, kepada jajaran Forkopimda Jawa Timur.

Total dana perimbangan berupa TKDD Tahun Anggaran 2022 yang diserahkan sebesar Rp 75,46 trilliun lebih. Dengan rincian Rp 11,801 trilliun untuk pembiayaan pembangunan Provinsi Jatim, dan Rp 63,162 trilliun lebih untuk pembiayaan pembangunan di 38 kabupaten/kota se Jatim.

Dibandingkan dengan Tahun 2021, perolehan TKDD Provinsi Jatim Tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 0,39 persen.

Namun demikian, Gubernur Khofifah optimis dengan upaya dan ikhtiar bersama seluruh stakeholder, semua rencana pembangunan yang telah ditargetkan bisa dicapai dan bahkan melampaui, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dan dirasakan manfaatkan oleh masyarakat.

"Dengan tambahan stimulus ini, kita berharap pada Tahun 2022 upaya percepatan pemulihan ekonomi, penanganan kemiskinan, penanganan pengangguran serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Jatim bisa diwujudkan," tegasnya, Jumat (10/12/2021).

Sementara, total alokasi DIPA Tahun Anggaran 2022 yang diserahkan sebesar Rp 43,101 triliun lebih. Yang terdiri dari Kantor Pusat sebesar Rp 7,39 triliun lebih, Kantor Daerah sebesar Rp 35,16 triliun lebih, Dekonsentrasi sebesar Rp 183,964 miliar dan Tugas Pembantuan sebesar Rp 366,116 miliar.

Gubernur Khofifah berpesan kepada para bupati/wali kota, lembaga dan instansi vertikal serta Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim yang hadir untuk mengawal proses percepatan pencairan anggaran. Hal ini penting agar anggaran tersebut digunakan untuk menangani Covid-19 serta memberikan dampak pada upaya pemulihan ekonomi bagi masyarakat.

Khofifah menjelaskan tiga poin penting sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada saat penyerahan DIPA dan TKDD. Poin pertama yaitu, seluruh Pemerintah Daerah agar benar-benar menggunakan alokasi TKDD TA 2022 dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kedua, percepatan belanja daerah sudah dimulai sejak DIPA dan Alokasi TKDD diberikan. Anggaran belanja segera digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, tidak boleh menumpuk di perbankan.

Dan ketiga, Dana Desa dioptimalkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan percepatan penanganan kemiskinan ekstrem. Program BLT Desa dan program prioritas lainnya tetap dilanjutkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pak Presiden juga berpesan kita harus berjuang bersama untuk menangani Covid-19 serta pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga good governance, transparansi dan akuntabilitas," terang gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan, jika tahun 2021 tagline provinsi ini adalah Jatim Bangkit, maka pada tahun 2022 akan menggunakan tagline “Optimis Jatim Bangkit”. Hal ini diambil berdasarkan hasil diskusi bersama BI, OJK, dan instansi vertikal lainnya.

Khofifah menjelaskan ada beberapa pilar yang akan mendasari Optimis Jatim Bangkit. Diantaranya, pilar pertama, pasar rakyat ini akan dimaksimalkan untuk dilakukan proses transformasi digital.

"Jadi digitalisasi pada pasar rakyat akan dimaksimalkan. Inilah salah satu pilar Optimis Jatim Bangkit," jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved