Berita Surabaya

Lakukan Telaah Anggaran Pilkada 2024, Komisi A DPRD Jatim Bakal Panggil KPU dan Bawaslu

Komisi A DPRD Jatim dalam waktu dekat berencana memanggil penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu serta pihak terkait.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Ketua Komisi A DPRD Jatim, Istu Hari Subagio. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Komisi A DPRD Jatim dalam waktu dekat berencana memanggil penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu serta pihak terkait.

Hal itu berkaitan dengan estimasi anggaran Pilkada 2024 mendatang yang ditaksir meningkat dibanding gelaran sebelumnya.

Seperti diketahui, sebelumnya KPU Jatim telah mengajukan estimasi anggaran Pilkada 2024 sebesar Rp 1,9 triliun. Jumlah itu diakui memang membengkak jika dibanding Pilkada dalam kondisi normal di luar pandemi.

Ketua Komisi A, Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio menyatakan, anggaran tersebut memang telah diusulkan. Legislatif masih akan menelaah lebih jauh, sehingga saat ini Komisi A DPRD Jatim perlu mendengar berbagai pandangan.

"Besok Senin, kami akan memanggil Bawaslu, KPU. Kami membicarakan dana dengan asumsi-asumsi yang terbaru," kata Istu saat dikonfirmasi, Jumat (10/12/2021).

Istu menyebut, pihaknya sempat melakukan koordinasi dengan pihak KPU Jatim perihal estimasi anggaran yang diketahui naik dua kali lipat itu.

Berdasarkan penjelasan KPU yang diterima Komisi A, anggaran sebesar itu juga dipengaruhi oleh ketentuan terkait honorarium.

"Referensi beliau, karena ada keputusan menteri keuangan yang baru. Informasinya, honor didua kali lipatkan karena menjaga kesehatan," terang politisi Partai Golkar itu.

Dengan berbagai pembahasan, Istu meyakini anggaran itu nantinya bakal menyusut. Apalagi, dalam prakteknya beban anggaran juga akan dilakukan dengan pola dana sharing dengan kabupaten/kota.

Sekalipun Istu belum bisa memprediksi turunnya akan sampai di angka berapa. Namun, dia meyakini anggarannya tak akan berat.

Saat ini Komisi A yang membidangi pemerintahan ini, terus melakukan berbagai kajian mengenai anggaran Pemilu dari berbagai pihak.

Istu menyebut, hal itu merupakan upaya belanja masalah untuk kajian bersama. Dalam prakteknya, Komisi A melakukan pembicaraan dengan banyak pihak.

Sebelumnya, Ketua KPU Jatim Choirul Anam menyatakan, estimasi anggaran yang telah diajukan itu diakui angkanya memang berpotensi turun. Anam menyebut, dari angka pengajuan itu bisa saja terpangkas.

Sebab, gelaran Pilgub mendatang digelar serentak dengan Pilkada kabupaten/kota. Sehingga, dananya pun akan dilakukan dengan skema sharing anggaran.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved