Breaking News:

Berita Nganjuk

Wilayahnya Kebanjiran Akibat Proyek Bandara Kediri, Bupati Nganjuk Ajak Koordinasi Bupati Kediri

Karena bagaimanapun, aliran air sungai dari Kabupaten Kediri sekarang banyak mengalir ke wilayah Kabupaten Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi bersama Forkopimda Kabupaten Nganjuk meninjau sungai yang tanggulnya jebol hingga menyebabkan banjir di Desa Mojoagung dan Desa Bandung, Kecamatan Prambon, Kamis (9/12/2021). 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Dampak dari pembangunan bandara di Kediri ternyata juga dirasakan di wilayah Kabupaten Nganjuk. Tetapi dampaknya adalah banjir yang menggenangi dua desa di Nganjuk yaitu Desa Mojoagung dan Desa Bandung di Kecamatan Prambon, setelah turunnya hujan deras, Kamis (9/12/2021).

Jebolnya tanggul sungai yang mengakibatkan banjir di dua desa itu menjadi perhatian Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi. Ia mengatakan, banjir yang menggenangi dua Desa tersebut terjadi tidak hanya karena tumpukan sampah bambu yang menyebabkan penyempitan sungai.

Tetapi juga karena volume air cukup deras yang berlebihan. Hal itu diduga sebagai dampak dari pembangunan Bandara Kediri di Kabupaten Kediri.

"Makanya, kami akan berkoordinasi dengan Bupati Kediri terkait dampak pembangunan Bandara Kediri. Terutama terkait air banjir setelah tidak ada resapan karena pembangunan bandara itu," kata Marhaen, Kamis (9/12/2021).

Nantinya, dikatakan Marhaen, pihaknya akan mengusulkan pembangunan embung-embung penampung dan penahan air di wilayah Kabupaten Kediri. Itu agar air banjir tidak terlalu besar masuk ke wilayah Kabupaten Nganjuk.

Karena bagaimanapun, aliran air sungai dari Kabupaten Kediri sekarang banyak mengalir ke wilayah Kabupaten Nganjuk. "Ini perlu ada kerjasama antar dua kabupaten untuk mengatasi dampak dari pembangunan Bandara Kediri tersebut," tegas Marhaen.

Sementara untuk penanganan tanggul sungai yang jebol sepanjang 30 meter akibat tidak mampu menampung air berlebihan, menurut Marhaen, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas. Dan segera akan dikirim kawat bronjong untuk menutup tanggul sungai yang jebol tersebut.

"Untuk material batu penahan tanggul kami akan sediakan dari dana DTT (dana tidak terduga) di BPBD Nganjuk. Mungkin besok tanggul yang jebol sudah mulai diperbaiki," ujar Marhaen.

Dalam banjir yang menggenangi dua desa tersebut tidak ada korban dan tidak ada kerugian dari warga. Tetapi banjir tersebut telah menggenangi area persawahan sehingga bisa mengancam kelangsungan pertanian di dua desa tersebut.

"Untuk itu, penanganan banjir di dua desa itu dilakukan lewat perbaikan tanggul dan pembersihan sampah bambu yang mempersempit aliran sungai. Dan secepatnya dilakukan agar tidak terjadi banjir kembali. Mengingat saat ini musim penghujan cukup ekstrem," tandasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved