Breaking News:

PPKM Nataru, Pakar Sarankan Pemkot Tetap Gencar Prokkes

Andri Arianto, berpendapat, beberapa sebab telah dijelaskan oleh pemerintah pusat ketika membatalkan penerapan PPKM level 3 pada saat liburan natal

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Rudy Hartono
net
Ilustrasi protokol kesehatan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pakar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Arianto, berpendapat, ada beberapa sebab telah dijelaskan oleh pemerintah pusat ketika membatalkan penerapan PPKM level 3 pada saat liburan natal dan tahun baru.

Menurutnya, antara lain tentang penerapan menerapkan kebijakan yang lebih proporsional pada hari libur Natal dan Tahun Baru yaitu mengikuti asesmen situasi pandemi.

"Tetapi dengan beberapa pengetatan. Bagaimana dengan Pemkot Surabaya. Seharusnya ini menjadi refleksi bagi Pemkot Surabaya, kita apresiasi dan ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas keberhasilan pelayanan kesehatan pada pandemi Covid 19 hingga Kota Surabaya masuk pada Level 1 PPKM," ujarnya, Kamis (9/12/2021).

Namun, lanjut Andri, saat ini masyarakat masih dibayang bayangi varian baru Covid 19, yaitu Omicron, yang sudah merebak di 38 negara menurut laporan WHO. Sehingga, ada dan tidaknya aturan untuk pembatasan atas nataru, ada yang lebih penting agar menjadi sorotan.

"Yaitu membangun kesadaran bersama Pemkot dan Warga Surabaya untuk membendung dan mengantisipasi datangnya varian baru ini sekarang," ucapnya.

Andri berpendapat, Pemkot tetap gencar dalam penerapan protokol kesehatan. Aktivasi kampung tangguh untuk terus membangun kesadaran warga Surabaya mengantisipasi untuk tidak terjadi masuk varian Omicron di kota Surabaya.

"Mensosialisasikan dengan aktif untuk libur nataru 2021 besok dengan mendorong warga kota surabaya untuk staycation sekeluarga, bicara refleksi atas wabah atau keprihatinan atas bencana alam yang terjadi," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved