Breaking News:

Berita Lumajang

Masjid Nurul Huda yang Disambagi Presiden Joko Widodo, Selamat dari Banjir Lahar Dingin Semeru

Masjid Nurul Huda di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, selamat dari sapuan banjir lahar dingin Gunung Semeru

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Kondisi Masjid Nurul Huda di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, aman dari sapuan banjir lahar dingin Gunung Semeru. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Masjid Nurul Huda di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, selamat dari sapuan banjir lahar dingin Gunung Semeru, Rabu (8/12/2021) malam.

Masjid Nurul Huda itu terletak di sisi paling barat Dusun Kamar Kajang, lokasinya di pinggir jalan arah menuju Jembatan Piket Nol.

Masjid itu sempat disambangi Presiden Joko Widodo pada Selasa (7/12/2021) lalu, saat meninjau Jembatan Piket Nol yang putus akibat erupsi Gunung Semeru.

Ketika itu, kondisi di dalam Masjid Nurul Huda masih dipadati oleh para pengungsi. Namun, sekarang kondisinya sudah kosong. Hanya ada beberapa barang-barang warga yang belum sempat diselamatkan.

Selain itu, juga ada bapak-bapak yang berjaga di sekitaran masjid, karena masih ada sebagaian kecil pemukiman yang ikut selamat dari terjangan banjir lahar dingin.

Purnadi (42) salah seorang warga mengatakan, akibat bencana alam susulan ini tempat tinggalnya menjadi terisolir. Di sisi barat Jembatan Piket Nol terputus, sedangkan di sisi timur kampungnya dilanda banjir lahar. Bahkan, ketinggiannya mencapai sekitar 4-5 meter.

"Di sini ada 88 kepala keluarga, untung pas banjir semua selamat. Tapi karena semua jalan gak bisa dilewati, warga lari lewat lahan perkebunan yang jalannya cuma setapak," kata Purnadi.

Peristiwa banjir lahar dingin ini tak pernah sebelumnya terpikirkan oleh warga. Ini merupakan kejadian pertama kali dalam sejarah, Sungai Rojali tak mampu menampung berjuta-juta kubik material vulkanik yang turun dari Gunung Semeru.

"Ini kejadian pertama, padahal ini kawasan dataran tinggi yang paling atas. Bisa dibayangkan lahar yang ada di sungai itu sangat dalam sampai meluber ke pemukiman," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved