Berita Lumajang

Komisi III DPR RI Lakukan Kunker Spesifik Penanganan Korban Erupsi Gunung Semeru

Sebanyak lima anggota Komisi III DPR RI, melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Rudy Hartono
istimewa
Lima anggota dari Komisi III DPR RI saat memberikan keterangan terkait kunjungan kerja spesifik di wilayah Kabupaten Lumajang. 

SURYA.co.id | MALANG - Sebanyak lima anggota Komisi III DPR RI, melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Kabupaten Lumajang. Kunker itu dilakukan, untuk melihat langsung sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga korban terdampak erupsi Gunung Semeru, Kamis (9/12/2021) siang.

Sebelum berangkat ke wilayah Lumajang, rombongan anggota Komisi III DPR RI yang juga didampingi oleh Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo tersebut singgah di  Polresta Malang Kota.

Lima anggota Komisi III DPR RI yang melakukan kunker adalah Bambang DH, Arteria Dahlan, I Wayan Sudirta, Johan Budi, dan Bimantoro Wiyono.

Anggota Komisi III DPR RI, Bambang DH mengatakan, ada dua hal yang ingin dicapai di dalam kunker tersebut.

"Yang pertama, kami ingin melihat sejauh mana peran kawan-kawan Polda Jatim ikut terlibat membantu dan menangani bencana ini. Yang kedua terkait Covid 19, karena jajaran Polri juga terlibat dalam vaksinasi dan penanganan Covid 19. Kami melihat  pengungsi berjubel di balai desa dan sebagainya, dan tidak sedikit yang tidak memakai masker," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (9/12/2021).

Oleh sebab itu, mantan Wali Kota Surabaya ini telah menyampaikan langsung ke Wakapolda Jatim, terkait langkah penanganan para pengungsi tersebut.

"Karena mereka sangat rawan kondisi psikologisnya, selain itu kondisi fisik drop. Sehingga, sangat mungkin penyakit itu datang termasuk Covid 19," tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI, Johan Budi mengungkapkan, selain ingin melihat langsung penanganan korban erupsi Gunung Semeru, juga untuk memberikan bantuan kepada warga korban erupsi Gunung Semeru.

"Karena mitra kami kepolisian, maka kami bersama-sama dengan pihak kepolisian. Kami juga memberikan bantuan, jadi kami kesana melihat penanganan korban sekaligus memberikan bantuan secara simbolis," ungkapnya.

Sementara itu, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menjelaskan untuk penanganan bencana erupsi Gunung Semeru, telah ditangani oleh satgas yang telah dibentuk. "Sehingga alhamdulillah, (tempat) pengungsian, kesehatan, dan  kebutuhan sembako (para pengungsi) telah tertangani dengan baik," imbuhnya.

Selain itu, pria yang akrab disapa Supraptoyo ini menuturkan, bahwa Polda Jatim telah menurunkan kontainer pendingin untuk digunakan menyimpan jenazah korban erupsi Gunung Semeru.

"Sampai hari ini, sudah ada 40 korban jiwa ditemukan. Sehingga yang menjadi persoalan, adalah proses identifikasi yang membutuhkan waktu. Sehingga dengan arahan Bapak Kapolda, sudah mengirimkan kontainer pendingin untuk menyimpan jenazah yang belum teridentifikasi maupun menunggu pihak keluarga untuk dimakamkan," bebernya.

Dirinya juga menyampaikan, Polda Jatim telah menurunkan tim Trauma Healing ke lokasi bencana erupsi Gunung Semeru.

"Tim Trauma Healing kami kirim, untuk mengembalikan psikologis mereka (warga korban erupsi Gunung Semeru). Kemudian untuk penanganan Covid, tentunya kami ingatkan masyarakat. Kami tahu mereka butuh kesehatan, sehingga baik dari Pemerintah, TNI-Polri bergandengan tangan memberikan fasilitas kesehatan dan pengobatan untuk menjaga kondisi mereka prima sehingga terhindar dari Covid 19," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved