Breaking News:

Berita Kota Surabaya

Berpotensi Beri Profit Tinggi, PBK Tetap Beresiko; Ini 7 Hal Yang Harus Dipahami Calon Investor

Kedua, pelajari tata cara transaksi dan penyelesaian perselisihan. Ketiga, pelajari kontrak berjangka komoditi yang diperdagangkan.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Deddy Humana
istimewa
Dirut KBI, Fajar Wibhiyadi memberikan beberapa masukan untuk para calon investor sebelum berinvestasi di perdagangan berjangka Komoditi. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) merupakan salah satu alternatif investasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Instrumen investasi ini memberikan peluang bagi investor untuk bisa mendapatkan profit yang tinggi.

Tetapi Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI, mengingkatkan bahwa KBI bukan tidak beresiko.

"Namun di balik peluang mendapatkan profit, ada resiko yang harus diperhatikan dan dipahami. Untuk itu, yang paling penting bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di PBK, sebaiknya memperhatikan resiko atas investasi ini," kata Fajar, Kamis (9/12/2021).

Fajar menambahkan, secara umum ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para calon investor sebelum berinvestasi di perdagangan berjangka Komoditi. "Pertama, pelajari latar belakang perusahaan yang memberikan penawaran," ujar Fajar.

Kedua, pelajari tata cara transaksi dan penyelesaian perselisihan. Ketiga, pelajari kontrak berjangka komoditi yang diperdagangkan. Keempat, pantang percaya dengan kentungan yang tinggi dan pasti diperoleh (Fixed Income).

Kelima, pastikan wakil pialang berjangka yang memberikan penawaran adalah pialang resmi yang memiliki izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dan keenam, pelajari dokumen perjanjiannya. Lalu ketujuh, pelajari resiko atas investasi yang ada.

PBK berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, yang di amandemen dengan UU Nomor 10 Tahun 2011, menyatakan PBK adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan, kemudian berdasarkan Kontrak dan Opsi atas Kontrak Berjangka.

Dalam ekosistem PBK, KBI sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara yang berperan sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi atas perdagangan berjangka komoditi di Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX).

Dengan peran ini, KBI memastikan bahwa semua transaksi yang ada telah dilakukan sesuai dengan regulasi yang ada. Sebagai Lembaga Kliring, KBI telah menyiapkan sistem informasi dan transaksi nasabah yaitu SITNA.

"Dengan aplikasi ini, investor dapat memantau pergerakan transaksi yang dilakukan secara real time," jelas Fajar.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved