Breaking News:

Berita Lamongan

Akting Sempurna Nenek Ini Merusak Skenario, Simulasi Penanganan Banjir di Lamongan Malah Penuh Tawa

nenek Jasening (70) awalnya berperan sebagai korban banjir yang sakit dan harus ditandu oleh petugas untuk keluar dari jebakan banjir.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Nenek-nenek dilibatkan dalam acara Simulasi Siaga Bencana Penanganan Banjir di Lamongan oleh BNPB dan BPBD Lamongan di Desa Bulutigo, Kecamatan Laren, Kamis (9/12/2021). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Bencana alam merupakan kejadian yang pasti menakutkan, sehingga warga di wilayah bencana perlu berlatih mengantipasi saat kejadian berulang. Tetapi kegiatan simulasi peringatan dini bencana banjir di Desa Bulutigo, Kecamatan Laren, Lamongan, Kamis (9/12/2021) malah dipenuhi gelak tawa.

Tidak hanya warga desa yang diajak terlibat simulasi, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut tertawa. Itu gara-gara tingkah lucu salah satu nenek yang berperan sebagai korban banjir.

Dalam simulasi dengan beberapaadegan sesuai skenario, nenek Jasening (70) awalnya berperan sebagai korban banjir yang sakit dan harus ditandu oleh petugas untuk keluar dari jebakan banjir. Mbah Jasening tidak sendirian, karena tiga nenek lain yang ikut simulasi yaitu Mundiyah (68) , Semika (70) dan Kasiem (67).

Tingkah nenek Jasening malah memicu tawa para petugas yang membawanya. Karena sepanjang perjalanan dari rumah hingga lokasi penampungan, Jasening mendadak berteriak mengaduh kesakitan, padahal itu di luar skenario. " Hem..hem ... hem..., haduh..., saaakit, " rintih Jasening.

Padahal dalam skenario, suara rintihan itu tidak ada. Namun akting Jasening yang kelewat sempurna bak dalam sinetron itu membuat suasana hidup dan happy. Bahkan saat korban Jasening diletakkan di tempat peristirahatan untuk diperiksa, ia tetap merengek dan mengaduh kesakitan. Tawa pun kembali berderai dari para petugas.

Dalam simulasi kali ini warga sekitar yang setiap tahun alami kebanjiran karena luapan Sungai Bengawan Solo itu dilibatkan. Mereka diberi pemahaman bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika banjir itu datang.

Kepala Desa Bulutigo, Rozim mengaku bersyukur warganya mendapatkan edukasi dan pengalaman untuk antisipasi saat bencana banjir di wilayahnya itu terjadi. Apalagi hampir setiap tahun wilayahnya selalu dilanda banjir, karena warganya bermukim di bantaran Sungai Bengawan Solo.

"Simulasi penanganan bencana dan siaga bencana ini sangat bermanfaat bagi warga kami, dan bisa dipraktikkan saat banjir datang, " kata Rozim.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lamongan, Gunawan yang turut mendampingi simulasi mengungkapkan, kegiatan ini sengaja dilakukan di wilayah langganan banjir, agar stakeholder dan warga bisa lebih memahami apa yang harus dilakukan saat bencana melanda.

Apalagi di Lamongan ada sekitar 71 desa yang rawan banjir, dan mayoritas wilayahnya berada di sekitar Bengawan Solo. Sehingga butuh penanganan ekstra ketika banjir melanda.

Dan sebelum itu terjadi, masyarakat harus dibekali kemampuan untuk mengantisipasi saat banjir terjadi. Meski saat ini status Bengawan Solo status nya level normal, warga diminta untuk lengah karena hujan di hulu terus terjadi. "Saya minta masyarakat terus waspada, karena intensitas hujan di hulu terus terjadi," ujar Gunawan.

Analis Kebijakan Ahli Mudah pada Direktorat peringatan dini BNPB, Tommy Harianto yang datang langsung ke lokasi simulasi menyebutkan, kegiatan ini adalah bagian dari penguatan kapasitas mayarakat pembentukan tim siaga, pembentukan tim evakuasi, dan pembuatan SOP banjir.

Simulasi ini dilakukan dalam upaya peningkatan dan membangun kembali kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan dan langganan banjir. Seperti di Desa Bulutigo yang juga melibatkan tim dari Parengan, Kecamatan Sekaran.

"Simulasi ini juga difokuskan pada koordinasi, mulai dari tingkat bawa dalam hal ini desa sampai ke tingkat di atasnya," pungkas Tommy. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved