Breaking News:

Gandeng Apkrindo, BRI Kenalkan Program Asia Culinary Tour Sambil Perluas Layanan Cashless

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau Bank BRI Kantor Wilayah Surabaya bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Rudy Hartono
istimewa
Ketua Umum Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono bersama Executive VP BRI Kanwil Surabaya, Triswahju Herlina saat penandatanganan kerjasama EDC untuk memperluas transaksi cashless dengan gimnik program Asian Culinary Tour. 

SURYA.co.id |SURABAYA –- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau Bank BRI Kantor Wilayah Surabaya bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur, mengenalkan program Asia Culinary Tour. Dengan tujuan di Malaysia, Thailand dan Jepang.

Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono mengatakan, saat ini industri kuliner mulai mengalami pemulihan setelah sempat terjun bebas dengan tren omset hanya mampu mencapai 30 persen akibat penerapatan PPKM Level 3 - 4.

"Nah dengan adanya dari program BRI ini, kami dari kalangan pengusaha F&B siap mendukung dengan mengikuti program cashless untuk yang belanja di tenant-tenant F&B anggota Apkrindo Jatim dengan peluang bisa kuliner di beberapa negara Asia," kata Tjahjono didampingi Executive VP BRI Kanwil Surabaya, Triswahju Herlina.

Dalam kesempatan itu, mereka juga melakukan kerjasama untuk meningkatkan transaksi nontunai atau cashless melalui mesin EDC Android BRI maupun QRIS.

Executive VP BRI Kanwil Surabaya, Triswahju Herlina, mengatakan, kerja sama dengan para pengusaha F&B tersebut, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat.

“Kenapa kami pilih sektor kuliner karena kuliner adalah bisnis yang terus menerus ada, sehingga kami bekerja sama untuk mendorong sistem pembayaran nontunai dengan mengemas program-program dengan sangat apik misalnya ada gimmick paket wisata ke negara di Asia,” ungkap Triswahju.

Saat ini BRI mulai menerapkan sistem pembayaran dengan EDC Android yang memudahkan pengusaha dalam melakukan transaksi pembayaran yang lebih tepat angkanya sehingga meminimalisir kesalahan kasir dalam menginput nominal transaksi.

“Dengan EDC Android ini akan meningkatkan layanan kami kepada para merchant dan kepada konsumen tentunya karena lebih mudah, dan jumlah nominal sesuai dengan yang harus dibayar,” jelasnya.

Hingga Agustus 2021 secara nasional, merchant pengguna EDC Androind BRI mencapai 10.000 unit. BRI menargetkan bisa menerapkan sebanyak 80.000 unit mesin EDC Android di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah Jatim, ditargetkan pada 2022 pengguna EDC Android mencapai 3.000 unit.

“Kalau sampai saat ini di Jatim baru ada 1.500 unit EDC Android yang digunakan merchant. Kalau EDC yang biasa dan belum android di Jatim mencapai 7.500 unit,” jelas Triswahju.

Merchant pengguna EDC BRI,  sekitar 40 persen merupakan usaha yang bergerak di bidang kuliner, disusul fesyen, dan elektronik dan gadget.

“Namun kalau secara nominal, transaksi EDC yang paling berkontribusi besar adalah merchant elektronik dan gadget karena secara nilai barangnya yang dijual juga lebih mahal,” jelas Triswahju.

Dalam kesempatan itu, Tjahjono menambahkan, saat ini kinerja industri kuliner sudah mulai mengalami peningkatan di kisaran 70 persen dibandingkan dengan sebelum pandemi. "Harapan kami di akhir tahun ada momen Natal dan Tahun Baru, kemudian rencana PPKM Level 3 akhirnya dibatalkan, kami berharap omset bisa naik menjadi 80 - 90 persen, karena untuk balik ke 100 persen itu butuh butuh waktu,” beber Tjahjono.

Selain itu, melalui kerja sama dengan BRI tersebut diharapkan dapat mendorong kinerja industri kuliner sebab di sektor ini juga banyak menyerap tenaga kerja yang juga menjadi faktor penentu perputaran ekonomi masyarakat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved