Breaking News:

Bolehkah Sholat Dhuha Berjamaah? Ini Penjelasan Ulama Beserta Tata Cara Salat Sunnah

Bolehkah Sholat Dhuha berjamaah? Begini penjelasan ulama. Simak pula tata cara melakukannya. 

Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
istimewa/SURYA.CO.ID
Ilustrasi - Sholat Dhuha 

SURYA.CO.ID - Bolehkah Sholat Dhuha berjamaah? Begini penjelasan ulama. Simak pula tata cara melakukannya. 

Melansir dari tulisan 99 Tanya Jawab Sholat, Ustadz Abdul Somad, Imam an-Nawawi menjelaskan:

)الثامنة( قد سب اف النوافل لا ت ع اتصماعة في ا الا في العيد ن والكسوف والاستس اء و ا التراو ح والوت بعدىا إذا قلنا بالاصح اف اتصماعة في ا أفضل وأما باقى النوافل السنن ال اتبة مع الف ائض والضحي والنوافل اتظطل ة فلا ت ع في ا اتصماعة أي لا تستحب لكن لو صلاىا تراعة جاز ولا اؿ ا و مك وه وقد ص ال افعي رتزو الله في تؼتص ي البو طي وال بيع علي ا و لا باس باتصماعة في النافلة ودليل جوازىا تراعة ا اد ث ثيرة في الصحيح من ا د ث عتباف ابن مالك رضى الله عنو أف النبِ صلي الله عليو وسلم " جاءه في بيتو بعد ما اشتد الن ار ومعو أبو بك رضي الله عنو ف اؿ النبِ صلي الله عليو وسلم أ ن تحب أف أصلى من بيتك فاش ت إلذ اتظكاف ال ى أ ب اف صلى فيو ف ا وصفنا خلفو ثُ سلم وسلمنا سلم " رواه البخاري ومسلم وثبتت اتصماعة في النافلة مع رسوؿ الله صلي الله عليو وسلم من روا ة ابن عباس وأ س بن مالك وابن مسعود و فة رضى الله عن م وا اد ث م ل ا في الصحيح الا د ث فة ففى مسلم ف ط والله أعلم.

(Ke Delapan) telah disebutkan sebelumnya bahwa shalat-shalat sunnat tidak disyariatkan dilaksanakan berjamaah, kecuali shalat Idul Fitri dan Idul Adha, gerhana matahari dan bulan, shalat Istisqa’ (minta hujan), demikian juga Tarawih dan Witir setelahnya. Jika kami katakan menurut pendapat al-Ashahh, sesungguhnya berjamaah afdhal dalam semua itu, adapun shalat-shalat sunnat yang lain seperti shalat sunnat Rawatib bersama Fardhu, shalat Dhuha, shalat sunnat mutlaq, tidak disyariatkan berjamaah, artinya tidak dianjurkan, akan tetapi jika dilaksanakan secara berjamaah, maka hukumnya boleh, tidak dikatakan makruh. Imam Syafi’I menyebutkan secara teks dalam Mukhtashar al-Buwaithi dan ar-Rabi’ bahwa boleh dilaksanakan berjamaah, dalil bolehnya adalah banyak hadits dalam kitab Shahih, diantaranya adalah hadits ‘Itban bin Malik, sesungguhnya Rasulullah Saw datang ke rumahnya setelah panas terik, bersama Rasulullah Saw ada Abu Bakar.

Rasulullah Saw berkata: “Di manakah engkau suka aku laksanakan shalat di dalam rumahmu?”. Maka saya tunjuk tempat yang saya sukai agar Rasulullah Saw shalat di tempat itu. Rasulullah Saw berdiri, kemudian kami menyusun shaf di belakang beliau, kemudian Rasulullah Saw mengucapkan salam, kami pun ikut mengucapkan salam ketika beliau mengucapkan salam. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Shalat sunnat berjamaah bersama Rasulullah Saw juga berdasarkan hadits-hadits shahih dari riwayat Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Ibnu Mas’ud dan Hudzaifah. Semua hadits mereka ada dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, kecuali hadits Hudzaifah hanya ada dalam Shahih Muslim saja. Wallahu a’lam74.

Menurut mayoritas pendapat ulama di atas, dianjurkan melaksanakan Sholat Dhuha sendiri-sendiri. Berikut tata caranya:

Niat Salat Dhuha

Lafal niat Sholat Dhuha 2 rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat Sholat Sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Adapun lafadz niat yang lebih panjang sebagai berikut:

أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنَ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat Sholat Sunah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Tata cara Sholat Dhuha sama dengan Sholat Sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:

- Niat

- Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah

- Membaca surat Al Fatihah

- Membaca surat atau ayat Alquran (surat pendek)

- Ruku’ dengan tuma’ninah

- I’tidal dengan tuma’ninah

- Sujud dengan tuma’ninah

- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

- Sujud kedua dengan tuma’ninah

- Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

- Membaca surat Al Fatihah

- Membaca surat atau ayat Alquran. Bisa surat Adh dhuha atau lainnya.

- Ruku’ dengan tuma’ninah

- I’tidal dengan tuma’ninah

- Sujud dengan tuma’ninah

- Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

- Sujud kedua dengan tuma’ninah

- Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

- Salam

Simak tulisan lain tentang Sholat Dhuha dan Sholat Sunnah lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved