Breaking News:

Berita Madiun

Respons Wali Kota Maidi Terkait Ditetapkannya Pejabat PDAM Kota Madiun Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Wali Kota Madiun, Maidi meminta jika memang ada pungutan liar, pemotongan gaji atau honor dan bentuk korupsi lainnya langsung dilaporkan ke dirinya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sofyan Arif Candra Sakti
Wali Kota Madiun, Maidi. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Wali Kota Madiun, Maidi mendukung langkah tegas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun dalam pemberantasan korupsi.

Hal tersebut dikatakan Maidi, menanggapi adanya seorang pejabat PDAM Kota Madiun, SK selaku Kabag Tranmisi dan Distribusi PDAM periode 2015 hingga 2021 yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Kota Madiun.

SK ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi, yaitu menyalahgunakan pembayaran Tenaga Harian Lepas (THL) pada Sub-Bagian pemasangan dan pemeliharaan sambungan pelanggan di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Taman Tirta Sari Kota Madiun Tahun Anggaran 2017 - 2021.

Menurut Maidi, pelaku tidak punya rasa belas kasihan karena memotong honor THL.

"Honorer kok dipotong. Kalau bisa justru ditambahi. Jadi kasihan lah," kata Maidi, Selasa (7/12/2021).

Maidi meminta jika memang ada pungutan liar (Pungli), pemotongan gaji atau honor dan bentuk korupsi lainnya langsung dilaporkan ke dirinya.

Maidi sendiri sudah mengumpulkan seluruh pegawai PDAM Kota Madiun, pasca mencuatnya kasus korupsi tersebut.

Ia meminta agar semua pegawai berkerja sesuai tugas pokoknya, serta semua proyek bisa berjalan dan selesai sesuai jadwal.

"Kita bekerja ini komandannya adalah aturan, jangan lepas dari aturan yang harus dijalankan," jelas Mantan Sekda Kota Madiun ini.

Baca juga: Pejabat PDAM Kota Madiun Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Disebut Rugikan Negara Rp 263 Juta

Maidi menyebut, saat ini di Kota Madiun terdapat 300 THL. OPD yang mempunyai THL paling banyak adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Mereka (THL) ini kerja keras mati-matian membantu pemerintah daerah dan mereka itu sangat diperlukan, jangan sampai ada pemotongan honor," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved