Breaking News:

Berita Surabaya

Tingkatkan Pelayanan, Cak Eri Minta PDAM Surya Sembada Perluas Jaringan dan Perbarui Pipa Tua

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyorot masih adanya daerah di Surabaya yang belum teraliri air.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat berbincang dengan Dirut PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Cahyono di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya menargetkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada bisa mengaliri seluruh rumah di Kota Pahlawan. Tak hanya itu, kualitas air yang mengalir pun harus terjamin.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyorot masih adanya daerah di Surabaya yang belum teraliri air. Dari data PDAM Surya Sembada, saat ini ada empat zona merah di Surabaya yang belum teraliri air.

"Masih ada saat ini, wilayah yang belum teraliri air karena debitnya kurang. Kami selalu bilang kalau air di PDAM itu banyak, tapi nyatanya masih ada zona merah," kata Cak Eri, Senin (6/12/2021).

Untuk menyelesaikan hal ini, ada sejumlah strategi yang bisa dilakukan PDAM. Di antaranya, seluruh jaringan pipa yang harus terkoneksi di 2023.

"Untuk kebutuhan pipanya, kami hitung. Sehingga nanti di tahun 2023, tidak ada lagi wilayah yang tidak teraliri air," jelas mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu.

Selain untuk pipa baru, Cak Eri juga meminta peremajaan pipa lama. Sehingga, kualitas air yang mengalir pun juga baik.

"Ada keluhan kok airnya keruh? ternyata pipanya sudah puluhan tahun. Kalau ingin tidak keruh, otomatis pipanya harus diganti," katanya.

Sebelum hal itu dijalankan, PDAM harus terlebih dahulu menghitung nilai investasi yang diperlukan. Perhitungan ini juga akan mendasari penyesuaian tarif PDAM.

Nantinya, Cak Eri mengusulkan ada klasterisasi tarif PDAM berdasarkan beberapa kategori. Acuannya, tingkat pendapatan, kategori perkampungan dan perumahan, hingga luasan rumah yang teraliri oleh air PDAM.

"Dihitung dari nilai NJOP-nya, juga nilai harga jual rumahnya berapa. Karena apa? Jangan sampai nanti orang yang kaya nanti disubsidi oleh orang yang masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau pas-pasan," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved