Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Pastikan Logistik untuk Pengungsi Bencana Semeru Aman Hingga 15 Hari ke Depan

Gubernur Khofifah memastikan bahwa kebutuhan makanan dan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi di Kecamatan Pronojiwo dalam kondisi aman

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau dapur umum bagi masyarakat di Kecamatan Pronojiwo yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru, Senin (6/12/2021). 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa kebutuhan makanan dan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi di Kecamatan Pronojiwo dalam kondisi aman dan tercukupi.

Hal itu ditegaskan Gubernur Khofifah saat menyapa masyarakat terdampak bencana guguran awan panas Gunung Semeru yang ada di Kecamatan Pronojiwo, Senin (6/12/2021).

Khofifah menegaskan, bahwa Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial juga telah membangun dapur umum sejak hari pertama bencana guna memastikan suplai makanan untuk masyarakat pengungsi tercukupi baik di Kecamatan Candipuro maupun Pronojiwo.

Tidak hanya itu, Pemprov Jatim bersama Pemkab Lumajang juga telah menghitung bahwa kebutuhan makanan untuk masyarakat terdampak bencana guguran awan panas Semeru aman hingga 15 hari ke depan.

"Sejak Sabtu (4/12/2021) malam, saya sudah berada di Lumajang untuk memimpin langsung tim Pemprov dan mengkordinasikan semua sinergi sumberdaya untuk percepatan penanganan APG Gunung Semeru. Insya Allah, Saya pastikan dapur umum yang ada telah mampu mencukupi semua kebutuhan pengungsi, jika ada yang belum tercukupi baik logistik, air bersih dan sebagainya dapat dilaporkan ke posko lapangan di kantor kecamatan Pasirian atau kordinator lapangan masing- masing," tegas Khofifah.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemprov Jatim mendirikan dua titik posko baik kesehatan maupun dapur umum di dua kecamatan yaitu Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Setiap harinya masing-masing dapur umum menyiapkan 2500 paket makanan, setiap pagi, siang, dan malam.

Terkait trauma healing bagi para pengungsi, Pemprov Jatim hari ini juga mengerahkan tim yang bertugas untuk mendampingi pengungsi untuk mengurangi rasa trauma akibat bencana erupsi Gunung Semeru. Tim ini, kata Khofifah, berdampingan dengan tim medis Provinsi Jatim.

"Semua tim trauma healing kami kerahkan khusus untuk mendampingi ibu-ibu, anak-anak, disabilitas dan para lansia. Mereka masuk dalam kategori rentan," imbuhnya.

Disinggung soal kerusakan fisik fasilitas umum dan rumah warga akibat terjangan guguran awan panas, Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim bersama Pemkab Lumajang dan BNPB tengah melakukan pendataan dan kategorisasi. Data ini menjadi acuan dalam menentukan langkah rekonstruksi, termasuk besaran bantuan yang diperoleh korban erupsi Gunung Semeru.

"Kerugian materil dan dampak lainnya dari bencana guguran awan panas Gunung Semeru masih dalam pendataan," imbuhnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved