Breaking News:

Berita Bangkalan

Banjir di Kecamatan Blega saat Musim Penghujan, Ini Kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangkalan

Secara geografis, Kecamatan Blega memang merupakan kawasan cekungan atau lebih rendah dari kawasan lain.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad faisol
Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini bersama Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron dan Forkopimda Kabupaten Bangkalan mengunjungi rumah-rumah terdampak banjir sekaligus memberikan paket bantuan sembako di Desa/Kecamatan Blega, Senin (6/12/2021) 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Bencana banjir selalu terjadi di Desa/Kecamatan Blega saat musim penghujan tiba hingga merendam beberapa dusun di Desa/Kecamatan Blega.

Bahkan banjir saat ini meluas ke sejumlah desa dengan total 1.182 rumah terdampak.

Pemkab Bangkalan pun tidak berdaya, selain karena keterbatasan anggaran, penanganan terkait permasalahan klasik itu merupakan kewenangan Provinsi Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ishak Sudibyo usai kunjungan Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini ke Desa/Keacamatan Blega, Senin (6/12/2021).

“Normalisasi sudah dilakukan provinsi (Jawa Timur) karena itu kewenangan provinsi. Kami kan keterbatasan anggaran dan untuk mengerjakan kewenangan orang lain kan tidak mungkin,” ungkap pria yang akrab disapa Yoyok itu kepada SURYA.co.id.

Baca juga: Gebyar Sadar Pajak Tahap II Catat Pendapatan Rp 23,4 Miliar

Dampak banjir tahun ini telah menggenangi sejumlah 1.182 unit rumah dengan rincian ; 1.026 unit rumah di Desa Blega, 52 unit rumah di Desa Kajjan, 48 unit rumah di Desa Nyormanis, dan 56 unit rumah di Desa Karang Panasan.

Secara geografis, Kecamatan Blega memang merupakan kawasan cekungan atau lebih rendah dari kawasan lain.

Meski tidak sedang diguyur hujan, kondisi ini menjadikan kecamatan paling timur di Kabupaten Bangkalan itu sering dilanda banjir akibat air kiriman.

Selain itu, pendangkalan atau sedimentasi sungai di Kecamatan Blega juga menjadi salah satu faktor penyebab meluapnya air karena sungai tidak mampu menampung debit air hujan.

“Solusinya memang normalisasi dan pembangunan embung-embung,” pungkas Yoyok.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved