Breaking News:

Berita Bangkalan

Dinkes Bangkalan Siaga, WHO Sebut Keganasan Varian Covid-19 Ini Pengaruhi Efektivitas Vaksin

Kepala Dinkes Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan, Omicron cenderung sama dengan varian sebelumnya, Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo mengecek sekaligus menyerahkan Ambulans PSC 119 dari Kementerian Kesehatan di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Selasa (30/11/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Penyebaran varian baru Covid-19, B.1.1.529 atau Omicron belum terdeteksi masuk Indonesia, namun antisipasi dini sudah dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan. Kini dinkes telah memperkuat kesiapan semua fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), mulai puskesmas, hingga rumah sakit (RS) rujukan menghadapi ancaman varian baru itu.

Kepala Dinkes Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan, Omicron cenderung sama dengan varian sebelumnya, Alpha, Beta, Gamma, dan Delta. Namun tingkat penularan dan keganasan vaksinnya lebih kuat dibandingkan varian-varian sebelumnya.

“Semoga tidak masuk Indonesia, apalagi ke Bangkalan. Namun kami sudah mengantisipasi, persiapannya sama seperti yang sudah kami lakukan sebelumnya,” ungkap Sudiyo kepada SURYA, Minggu (5/12/2021).

Ia menjelaskan, langkah antisipasi dini yang dilakukan adalah mempersiapkan sektor hulu mulai dari semua fasyankes, puskesmas, hingga RS rujukan. Setiap puskesmas menyiagakan satu hingga dua buah tempat tidur khusus di ruang isolasi.

“Sejauh ini belum terdeteksi masuk ke Indonesia, janganlah. Tetapi di negara tetangga sudah ada dua orang terinfeksi, satu orang di Singapura dan satu orang di Malaysia,” jelas mantan Kepala Puskesmas Blega itu.

Sekedar diketahui, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan pembatasan kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dengan mewajibkan seluruh pendatang dari luar negeri melalui jalur darat, laut, dan udara untuk menjalani karantina.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nomor IMI-269.GR.01.01 Tahun 2021 yang efektif berlaku mulai tanggal 29 November 2021.

World Health Organization (WHO) menetapkan varian Omicron sebagai VOC, varian Corona baru yang menyebabkan peningkatan penularan serta kematian. Bahkan disebutkan dapat mempengaruhi efektivitas atau kemanjuran vaksin.

“Pemantauan kedatangan WNA ataupun pekerja migran masih terpusat di Jakarta, bukan di daerah. Para pekerja migran tidak bisa langsung ke daerah, ada perubahan peraturan,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Hingga saat ini, Pemkab Bangkalan bersama TNI/Polri terus berupaya meningkatkan angka capaian vaksinasi. Dengan harapan hingga akhir Desemnber 2021, angka pencapaian vaksinasi menyentuh minimal 50 persen atau hingga mencapai 70 persen seperti yang ditargetkan pemerintah pusat.

“Angka vaksinasi dosis pertama mencapai angka 42 persen, dosis kedua 27 persen, dan dosis ketiga kami sudah di angka 87 persen. Semakin hari semakin berat capaian (vaksinasi) kami, namun kami tetap bersemangat,” pungkas Yoyok. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved