Breaking News:

Perumahan Disabilitas di Trenggalek

Bak Surga Bagi Penyandang Disabilitas, Perumahan Inklusif Juga Menjadi Tempat Usaha Ideal

Yayasan mengizinkan para penghuninya untuk membeli rumah dengan cara mengangsur dengan biaya yang sangat murah.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Deddy Humana
Bak Surga Bagi Penyandang Disabilitas, Perumahan Inklusif Juga Menjadi Tempat Usaha Ideal - perumahan-inklusif-untuk-difabel-di-trenggalek.jpg
surya/aflahul abidin
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak berbincang dengan warga difabel di kawasan permukiman disabilitas di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Minggu (5/12/2021).
Bak Surga Bagi Penyandang Disabilitas, Perumahan Inklusif Juga Menjadi Tempat Usaha Ideal - perumahan-inklusif-di-trenggalek.jpg
surya/aflahul abidin
Kawasan permukiman disabilitas di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Minggu (5/12/2021).

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Mustofa sudah dua tahun menempati rumah bersama istrinya di kawasan inklusif di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Di perumahan khusus disabilitas itu, Mustofa seperti menemukan kebebasan karena bisa membaur dengan para tetangga dekatnya juga juga para penyandang disabilitas.

Tidak jarang ia juga berkomunikasi dengan para tetangga di kampung lain tanpa ada batasan. Pria yang memiliki keterbatasan melihat atau low vision itu merasa nyaman tinggal di tempat itu. "Alhamdulillah kerasan," kata Mustofa, Minggu (5/12/2021).

Di rumahnya, Mustofa membuka layanan jasa pijat. Sudah sejak lama ia menekuni pekerjaan itu untuk mendapat rupiah. Mustofa tinggal di perumahan inklusif yang khusus dibangun untuk para penyandang disabilitas dan kelompok rentan di Kabupaten Trenggalek.

Perumahan itu memiliki dua blok kecil yang huniannya khusus dan hanya bisa dibeli oleh para penyandang disabilitas. Bukan berarti bahwa kawasan itu lantas mengelompokkan para penyandang disabilitas agar terpisah dari permukiman lain.

Tetapi karena perumahan itu memang didirikan khusus untuk warga difabel. Selain itu aksesnya cukup baik karena perumahan itu berada di pinggir jalan kabupaten.

Perumahan itu mulai dibangun Desember 2019 dengan lahan yang cukup untuk membangun 20 rumah ukuran minimalis. Hingga saat ini, sudah ada 11 rumah yang telah berdiri. Lainnya masih dalam proses membangun.

Dari jumlah rumah itu, empat di antaranya telah dihuni. Salah satunya dihuni Mustofa dan sang istri. Sebagai tunanetra, Mustofa mengaku banyak terbantu dengan keberadaan perumahan itu dan kawasan itu bisa disebut bak surga bagi para penyandang disabilitas.

Seluruh jalan di perumahan memiliki guiding block. Jadi, ia bisa jalan-jalan atau datang ke rumah tetangga dengan mudah. Tak hanya di perumahan, guiding block juga tersedia di jalan kampung yang menghubungkan kawasan tersebut dengan perkampungan warga.

"Itu ada tandanya semua (guiding block). Sampai ke belakang ke rumah perkampungan juga," kata Mustofa.

Selain itu, bangunan rumah juga disesuaikan dengan kondisi para penyandang disabilitas. Tujuannya agar mereka mudah untuk keluar-masuk rumah.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved