Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Terkuak Peran Oknum Banpol dan Polisi Jalancagak di Kasus Pembunuhan di Subang, Ada Bukti Rekaman

Detik-detik pengungkapan pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, kubu Danu mendesak pemeriksaan oknum Banpol dan anggota Oknum polisi Jalancagak.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase TribunJabar/Istimewa/Danu
TKP pembunuhan ibu dan anak di Subang. Foto kanan : sosok Banpol U yang disebut telah memerintahkan Danu membersihkan bak mandi di kamar mandi TKP pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu. 

SURYA.CO.ID, SUBANG - Detik-detik pengungkapan pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, kubu Muhammad Ramdanu alias Danu dan Yoris Raja Amanullah mendesak pemeriksaan oknum Banpol dan oknum anggota Polsek Jalancagak

Oknum Banpol U yang diduga memerintahkan Danu menerobos garis polisi di Tepat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan di Subang pada Kamis (19/8/2021) masih berkeliaran.

Padahal, Danu memiliki rekaman sosok Banpol U saat memerintahkan menerobos dan membersihkan kamar mandi di TKP. 

Begitu juga dengan oknum anggota Polsek Jalancagak berinisial A. Oknum polisi A ini merupakan anak dari adik saksi Yosef Hidayah bernama Mulyana.

A juga masih memiliki hubungan saudara dengan Yoris, yakni sebagai sepupu. Yoris lah yang membeberkan peran A di TKP.

A juga yang menyuruh sekaligus membawa mobil Yaris milik korban Amalia Mustika Ratu dari TKP.

Kendati sosok Banpol U dan oknum anggota Polsek Jalancagak diduga ikut dalam penerobosan dan pengambilan barang dari TKP, tapi hingga hampir empat bulan kasus berjalan, tidak ada yang diperiksa.

TIm pengacara Danu mendapat bukti rekaman pengakuan Banpol U saat menceritakan kejadian masuknya dia ke TKP itu kepada seseorang.

Hal itu diungkap ketua tim pengacara Danu, Achmad Taufan Soedirjo seperti dikutip dari channel youtube Heri Susanto, Sabtu (3/12/2021).

Taufan mengungkapkan, bukti rekaman ini bisa meyakinkan bahwa kejadian Danu masuk TKP pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu karena disuruh banpol itu benar adanya. 

"Menurut kami kejadian banpol masuk lokasi itu benar adanya. Kami punya bukti rekaman, pengakuan banpol menceritakan kejadian tersebut sedang berkomunikasi sama seseorang.

TIdak ada lagi alasan untuk menilai kejadian banpol ini tidak ada," tegasnya.

Karena itu, Taufan meminta agar oknum banpol ini segera diperiksa. 

"Segera periksa banpol tersebut, apa, kenapa, tujuannya apa masuk ke TKP. Seandainya tidak ada danu dia akan masuk ke TKP dan  menguras kamar mandi sendiri dong," desaknya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved