Breaking News:

Berita Surabaya

APBD Jatim 2022 Digedok, Sektor Pendidikan dan Kesehatan Dapat Prioritas

Pemprov bersama DPRD Jawa Timur akhirnya mengesahkan APBD tahun 2022 pada Sabtu (4/12/2021) petang.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat pengesahan APBD 2022 Jatim melalui Rapat Paripurna, Sabtu (4/12/2021) petang. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama DPRD Jawa Timur akhirnya mengesahkan APBD tahun 2022, Sabtu (4/12/2021) petang.

Setelah dilakukan pembahasan secara maraton, diketahui kekuatan APBD 2022 dari sisi pendapatan daerah tercatat sebesar Rp 27,642 triliun. Sementara belanja daerah tercatat sebesar Rp 29,454 triliun.

Jalannya penetapan itu dilakukan melalui Rapat Paripurna yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta pimpinan DPRD Jatim.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad. Pada penyampaian pandangan akhir fraksi, seluruhnya menyatakan menyetujui besaran APBD tahun 2022 tersebut.

Gubernur Khofifah tak memungkiri kekuatan APBD tahun 2022 terbilang turun, jika dibanding tahun sebelumnya.

"APBD 2022 memang mengalami penurunan sebesar Rp 7,166 triliun, dibandingkan APBD 2021. Hal itu disebabkan ada penurunan dana transfer dari pemerintah pusat," kata Khofifah.

Sekalipun demikian, Khofifah menyebut APBD ini harus benar benar dimanfaatkan guna mendukung program prioritas.

"Dioptimalkan menjadi stimulus perekonomian masyarakat dan mendukung capaian Indikator Kinerja Utama," ucap Khofifah melanjutkan.

Sejumlah prioritas program kerja dalam APBD tahun anggaran 2022 telah ditetapkan. Di antaranya, terkait percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi birokrasi struktural untuk peningkatan daya saing.

Dari APBD 2022 itu, sektor pendidikan mendapat proporsi yang besar. Yaitu, hampir Rp 8 triliun atau tepatnya Rp 7,980 triliun. Proporsi tersebut mencapai 27,09 persen. Selain pendidikan, urusan kesehatan dan infrastruktur juga mendapat prioritas.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Pemprov Jatim, Heru Tjahjono mengatakan, dari sisi Pendapatan Asli Daerah atau PAD mengalami kenaikan. Naiknya sekitar Rp 962,831 miliar dibanding APBD murni tahun 2021.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved