Breaking News:

Berita Sidoarjo

Gus Muhdlor Dorong PMII Sidoarjo Jadi Agen Lawan Intoleransi

Kader PMII juga didorong untuk terus berkontribusi lebih bagi gerakan pemulihan ekonomi seperti membantu pemulihan UMKM

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor di sela pembukaan pelatihan Kader Lanjut IV dan Simposium yang diselenggarakan PC PMII Sidoarjo di pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor mendorong organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), khususnya para mahasiswa yang tergabung dalam PMII Sidoarjo untuk bisa menjadi agen anti intoleransi, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Gus Muhdlor, panggilan Bupati Sidoarjo, berharap kerja nyata PMII dalam mendukung pembanguan di Sidoarjo bisa terus diperkuat dan diharapkan juga mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi.

“Kader-kader PMII adalah anak muda yang penuh dengan inovasi serta tekad kuat untuk membangun daerah,” kata Gus Muhdlor, Kamis (2/12/2021) kemarin.

Selama ini, menurut dia, kader PMII telah banyak berkontribusi bagi masyarakat. Seperti saat ikut tergabung dalam relawan Ranger Vaksin beberapa waktu lalu, dan sejumlah kegiatan positif lain di Sidoarjo.

“Karenanya kami berharap PMII bisa berkontribusi lebih bagi pembangunan serta yang tak kalah pentingnya adalah bisa menjadi agen anti intolerasi,” ujarnya di sela pembukaan pelatihan Kader Lanjut IV dan Simposium yang diselenggarakan PC PMII Sidoarjo di pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

Dalam acara yang juga dihadiri Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdulah Syukri, PKC PMII Jatim Abdul Ghoni, dan Ketua Umum PC PMII Sidoarjo Romlah itu, Gus Muhdlor mengatakan isu-isu intoleransi masih menjadi sorotan di tengah perkembangan teknologi digital.

Ia berharap, kader-kader PMII mampu menjadi agen untuk menekan gerakan-gerakan intoleransi di level anak muda yang berpotensi menimbulkan perpecahan antar anak bangsa dan berimbas pada kemajuan daerah.

“Kita lawan bareng-bareng gerakan radikalisme, gerakan ideologi transnasional, yang sekarang juga masif menyerang via media sosial,” ujar Gus Muhdlor yang juga Wakil Ketua GP Ansor Jawa Timur.

Kader PMII juga didorong untuk terus berkontribusi lebih bagi gerakan pemulihan ekonomi seperti membantu pemulihan UMKM, salah satunya dengan membantu promosi digital. Literasi digital kader PMII yang semuanya adalah anak-anak muda dianggap bisa menjadi pendorong yang baik bagi promosi produk-produk UMKM Sidoarjo secara digital.

“Kalau kader PMII bisa membantu pemasaran digital akan sangat bagus karena literasi digital mereka ini sangat baik. Bukan tidak mungkin dengan bantuan edukasi pemasaran digital, produk-produk UMKM Sidoarjo bisa diterima di pasar yang lebih luas,” sebutnya.

Selain pemulihan ekonomi, bupati muda ini juga berharap kader PMII bisa menjadi agent of change atas perubahan perilaku buruk masyarakat seperti membuang sampah sembarangan yang mengakibatkan masalah sampah dan banjir yang selalu datang tiap tahun.

Ia pun siap berkolaborasi lebih lanjut dengan kader PMII untuk program-program pemerintah daerah, seperti yang saat ini dilakukan di mana puluhan kader PMII dilibatkan dalam validasi aset Pemda Sidoarjo. Sekitar 2.300 bidang aset Pemda Sidoarjo yang belum tervalidasi akan diselesaikan bersama kader PMII Sidoarjo.

“Setelah vaksin, yang terbaru di bidang aset Pemda Sidoarjo kita punya tanggungan sekitar 2.300 aset yang disupervisi oleh KPK dan belum tervalidasi dengan baik ini kemarin dapat bantuan dari PMII 40 orang ranger aset Sidoarjo untuk membantu proses verifikasi tersebut," ucapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved