Breaking News:

Berita Nganjuk

Warga Tolak Lepas 4 Bidang Tanah Untuk Bendungan Semantok, BPN Tunggu Mediasi Plt Bupati Nganjuk

konsinyasi bisa menjadi jalan terakhir untuk mendapatkan bidang tanah itu, kalau warga pemilik tanah tetap tidak melepaskannya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Warga melengkapi administrasi proses penerimaan ganti kerugian untuk Bendungan Semantok di Kecamatan Rejoso Nganjuk. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Pembebasan lahan atau bidang tanah yang terimbas pembangunan Bendungan Semantok, ternyata tidak selalu mulus. Ada empat bidang tanah warga yang terancam diselesaikan lewat konsinyasi di pengadilan.

Alasannya klasik, warga pemilik tanah menolak nilai ganti kerugian dan tidak mengajukan keberatan ke pengadilan. Sehingga konsinyasi bisa menjadi jalan terakhir untuk mendapatkan bidang tanah itu, kalau warga pemilik tanah tetap tidak melepaskannya.

Kepala BPN Kabupaten Nganjuk, Masduki mengatakan, sebelum melakukan konsinyasi terhadap empat bidang tanah milik empat warga ke pengadilan, pihaknya terlebih dahulu memberikan kesempatan untuk mediasi oleh Plt Bupati Nganjuk.

"Kami akan menunggu langkah mediasi dari Bapak Plt Bupati Nganjuk kepada empat warga pemilik bidang tanah yang belum bersedia menerima nilai ganti kerugian tersebut," kata Masduki, Kamis (2/12/2021).

Dijelaskan Masduki, tahapan pembebasan tanah untuk Bendungan Semantok sebagai Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Nganjuk telah dilakukan semuanya. Yakni dimulai dari tahapan persiapan yang sudah dilaksanakan.

Selanjutnya tahapan pendataan ulang atau perbaikan daftar nominatif bidang tanah sudah dilakukan 100 persen. Di mana sebanyak 255 bidang tanah menjadi objek pembebasan untuk pembangunan Bendungan Semantok.

Ke-255 bidang tanah tersebut, dikatakan Masduki, sebanyak 160 bidang tanah objek pembebasan ada di Desa Sambikerep. Terdiri dari 152 bidang tanah milik warga, 5 bidang tanah kas desa, 1 jalan, 1 saluran, dan 1 sungai.

Lalu ada sebanyak 95 bidang tanah objek pembebasan di Desa Tritik, tediri dari 93 bidang tanah milik warga, 1 tanah kas desa, 1 sungai, dan 1 jalan.

"Semua bidang tanah milik warga telah dilakukan proses validasi untuk dilakukan ganti kerugian. Sedangkan untuk tanah kas desa belum divalidasi karena masih mencari lahan pengganti. Sedangkan untuk jalan dan sungai masih menunggu petunjuk dari Kementerian ATR/BPN," ucap Masduki.

Sementara untuk tahapan pembayaran ganti kerugian tanah untuk Bendungan Semantok, ungkap Masduki, telah direalisasikan sebanyak 113 bidang tanah dengan nilai ganti mencapai total Rp 53 miliar. Dan untuk 126 bidang tanah saat ini masih proses validasi dan dalam waktu dekat akan segera dibayarkan nilai ganti kerugian kepada warga.

"Pada umumnya, semua proses ganti kerugian tanah untuk pembangunan Bendungan Semantok telah bisa dilaksanakan," tutur Masduki. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved