Breaking News:

Berita Tulungagung

Pemkab Tulungagung Kejar Herd Immunity Sebelum Nataru

Kementerian Dalam Negeri menetapkan Tulungagung berada di Level 2 Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Penulis: David Yohanes | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/David Yohanes
PELACAKAN PENULARAN - Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo, MM bersama Forkopimda Tulungagung memantau skrining siswa SMP untuk pelacakan penularan penularan Covid-19 yang mungkin terjadi selama pembelajaran tatap muka. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Perjuangan panjang vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tulungagung akhirnya membuahkan hasil. Kementerian Dalam Negeri menetapkan Tulungagung berada di Level 2 Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kini Pemkab Tulungagung mengejar kekebalan kelompok (herd immunity) sebelum Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Menurut Bupati Tulungagung, Drs Maryoto Birowo, MM, secara dejure penetapan level dua pada Senin (29/11/2021) kemarin. Namun secara defacto, status level dua ini sudah terjadi seminggu sebelumnya. Saat itu, vaksinasi Covid-19 untuk lansia di Tulungagung yang selama ini menjadi kendala, bisa melewati angka 40 persen dari target yang ditetapkan.

"Meski demikian, kami tidak mengendorkan vaksinasi. Kami terus genjot vaksinasi," tegas Bupati.

Saat ini, capaian vaksinasi masyarakat umum mencapai 64,63 persen. Sedangkan kelompok lansia telah mencapai lebih dari 54 persen.

Bupati menegaskan, capaian ini supaya digenjot untuk mencapai level satu PPKM.
Syarat untuk turun ke Level 1, vaksinasi lansia harus mencapai 60 persen.

Sedangkan untuk vaksinasi masyarakat umum mencapai 70 persen. Dengan percepatan vaksinasi yang dilakukan selama ini, target ini bisa dicapai dalam dua minggu.

"Makanya vaksinasi tidak kami kendorkan meski sudah di level dua. Jika percepatan selama ini tetap dijalankan, dua minggu ke depan indikator level satu bisa kita capai," ujar Drs Maryoto.

Lebih jauh, Bupati Maryoto juga menekankan, capaian level PPKM bukan menjadi target utama. Sebab saat ini Pemkab Tulungagung mengejar herd immunity dari proses vaksinasi. Perhatian secara khusus ditujukan pada Nataru.

"Yang kami kejar adalah herd immunity. Jangan sampai vaksinasi kita rendah, sementara ada pergerakan warga saat Nataru. Takutnya pasca Nataru ada lonjakan kasus," tutur Drs Maryoto.

Saat ini, dunia tengah dikhawatirkan dengan varian baru Covid-19, Omicron. Varian ini disebut menular lebih cepat dari varian delta. Namun sejauh ini fatalitas varian ini disebut lebih rendah.

"Ini demi kebaikan kita bersama, demi membentuk kekebalan kelompok. Jika kasus baru bisa kita kendalikan, warga Tulungagung yang diuntungkan," pungkas Bupati.

Sebelumnya, capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tulungagung, terutama kelompok lansia menghadapi kendala. Salah satunya data jumlah lansia dari pemerintah pusat ternyata lebih tinggi dibanding data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil). Data dari pusat mencapai lebih dari 133.000 jiwa, sedangkan di Dispendukcapil sekitar 117.000 jiwa.

Kendala lainnya, data vaksinasi manual ternyata tidak sama dengan yang terunggah di dashboard KPCPEN. Meski demikian berbagai upaya dilakukan untuk menggerakkan lansia supaya mengakses vaksin Covid-19. Di antaranya dengan hadiah 10 butir telur per lansia.

Program ini sekaligus untuk membantu para peternak ayam petelur, karena harga telur sedang jatuh. Setelah program ini selesai, ada pula sponsor yang memberikan hadiah seekor ayam hidup. Cara ini cukup efektif untuk mendongkrak capaian vaksinasi.

Cara lainnya yang digunakan dengan menggerakkan Babinsa dan Babinkamtibmas. Mereka ditugaskan mendatangi warga yang belum mengakses vaksin, terutama kelompok lansia. Berbagai terobosan ini terbukti efektif mendongkrak capaian vaksinasi melewati indikator level 2 PPKM.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved