Breaking News:

Berita Surabaya

Antisipasi Gelombang Tinggi di Surabaya, Pemkot Imbau Warga di Pesisir Waspada Banjir Rob

Pemkot Surabaya meminta masyarakat mewaspadai pasang air laut maksimum yang terjadi beberapa hari ke depan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Petugas sedang memantau kondisi perairan di kawasan pesisir Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya meminta masyarakat mewaspadai pasang air laut maksimum yang terjadi beberapa hari ke depan. Berlangsung 2-7 Desember, fenomena ini disinyalir akan berdampak pada sejumlah kawasan di Kota Surabaya.

Ini setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Tanjung Perak Surabaya merilis prakiraan cuaca ke depan. Pasang air laut maksimum terjadi saat fase bulan baru kondisi pasang surut di Desember.

Dampaknya, ketinggian ombak pasang ini bisa mencapai 130-150 cm dari rata-rata permukaan air laut. Kondisi ini menyebabkan banjir rob di area pesisir dan menimbulkan sejumlah genangan setinggi 10-30 cm di daratan.

Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya pun mengingatkan warga untuk waspada.

"Kami minta warga untuk waspada," kata Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto kepada SURYA.CO.ID, Kamis (2/12/2021).

"Berdasarkan penjelasan BMKG Maritim Tanjung Perak, fenomena Pasang Maksimum Air Laut dapat mengakibatkan Banjir Rob yang terjadi pada tanggal 2-7 Desember 2021," katanya.

Pihaknya pun telah memetakan sejumlah kawasan yang kemungkinan terdampak fenomena ini. Berlangsung pukul 21.00 - 24.00 WIB, kawasan yang kemungkinan terdampak di antaranya pesisir Surabaya Barat, pelabuhan Surabaya, pesisir Surabaya Timur, hingga kawasan Pesisir Kalianget dan Pamekasan.

Dampak dari pasang air laut maksimum ini akan menyebabkan munculnya beberapa genangan air setinggi 10-30 cm di daratan.

"Sehingga, bisa saja mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir," kata Irvan.

"Termasuk, mengganggu aktivitas petani garam dan perikanan. Serta, bongkar maut di pelabuhan," imbuhnya.

Pemkot Surabaya pun saat ini telah mensosialisasikan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Kegiatan sosialisasi di antaranya berlangsung di Kecamatan Bulak.

"Kami bersama camat hingga lurah serta petugas dari tiga pilar telah berkoordinasi dengan menyampaikan kepada warga sekitar," kata Irvan.

Pihaknya juga menyiapkan sejumlah peralatan untuk membantu mengurangi dampak banjir rob.

"Kami juga siapkan peralatan kedaruratan berupa genset dan chainsaw," katanya.

Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan secara berkala untuk melihat kenaikan permukaan air laut. Di antaranya, di kampung nelayan Sentra Ikan Bulak (SIB) dan Rusunawa Romokalisari.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved