Breaking News:

Berita Surabaya

Warga Kenjeran Menunggak Biaya Rp 20 Juta untuk Berobat Bayi di RS, Pemkot Surabaya Bertindak

Bayi di Surabaya yang didiagnosa menderita sakit jantung terpaksa dirawat di rumah, orang tuanya memiliki tunggakan sebesar Rp 20 juta di rumah sakirt

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway
Pemkot Surabaya mendata warga yang kesulitan melunasi tunggakan biaya perawatan di RSUD dr Soetomo, Rabu (1/12/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bayi yang didiagnosa menderita sakit jantung terpaksa dirawat di rumah, sebab orang tua si bayi diketahui masih memiliki tunggakan sebesar Rp 20 juta di RSUD dr Soetomo.

Warga Kenjeran tersebut bernama Eni Susilowati, ibu dari Natasya Aurelia Cahya Putri.

Aurelia sudah 3 kali dirawat di RSUD dr Soetomo. Dua kali pada Maret dan September 2021 dengan menggunakan biaya pribadi. Namun, untuk perawatan ketiga di November, orang tua anak keberatan dengan biaya yang dibebankan rumah sakit. Sehingga, mereka tidak mampu membayar.

"Nah, yang ketiga ini dirasa itu mahal sampai Rp 20 juta. Sehingga KTP orang tua kemudian ditinggal di rumah sakit sebagai jaminan," kata Camat Kenjeran Kota Surabaya, Nono Indriyatno, Rabu (1/12/2021).

Nono mengungkapkan, bahwa sebenarnya pihaknya telah berusaha memberikan bantuan untuk dua kali perawatan sebelumnya. Bahkan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) serta Kapolsek Kenjeran, telah melakukan outreach ke rumah warga tersebut.

"Namun, waktu itu terkendala keluarga ibu si bayi tidak mau terbuka, tidak memberikan alamat secara konkret. Sehingga alamatnya tidak bisa ditemukan," kata Nono.

"Akibatnya, TKSK tidak bisa lanjut intervensi. Sebab, alamatnya tidak ditemukan," terangnya.

Sekalipun demikian, pihaknya terus berupaya untuk mencari solusi meringankan biaya perawatan. Salah satunya adalah dengan mendaftarkan keluarga itu ke BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Melalui program ini, biaya pengobatan nantinya akan ditanggung BPJS, namun iuran BPJS yang bersangkutan akan ditanggung pemerintah.

"Karena belum masuk BPJS PBI, kami mencoba untuk bantu mereka mengurus. Kemarin sudah diurus," ungkap Nono.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved