Breaking News:

Berita Malang

UMK Kabupaten Malang Tak Naik, Bupati Malang Minta Pekerja Tak Banyak Menuntut

Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyambut baik nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kabupaten Malang

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Rudy Hartono
surya/erwin wicaksono
Bupati Malang, Sanusi 

SURYA.co.id I MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyambut baik nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kabupaten Malang tidak mengalami kenaikan. UMK Kabupaten Malang baru saja ditetapkan sebesar Rp 3.068.275,-

Menurut Sanusi, pekerja selayaknya memahami situasi ekonomi yang tidak menentu akibat pandemi Covid-19. Alhasil, ia berpesan kepada para pekerja agar tidak banyak menuntut.

"Mudah-mudahan teman-teman pekerja memahami situasi ekonomi sekarang dan tidak selalu menuntut haknya tapi juga berpikir kelanjutan usaha di Kabupaten Malang," ujar Sanusi ketika dikonfirmasi.

Sanusi menambahkan, sosialisasi mengenai tidak naiknya UMK telah diinformasikan secara masif.

"Tapi kalau sudah waktunya ekonomi sudah bangkit ya perlu ditunjuk ulang. Sudah disosialisasikan melalui dewan pengupahan," sebut pengusaha tebu ini.

Sebagai pemimpin daerah, Sanusi mengaku tidak ikut campur dalam penentuan nilai UMK. Kata dia, perhitungan UMK sudah melalui mekanisme perhitungan yang valid.

"Kalau pemerintah pusat menghendaki naik ya kita ikuti saja," jelasnya.

Terakhir, Sanusi tidak menjelaskan secara gamblang nilai UMK tersebut ideal atau tidak. Tetapi dirinya mengkiaskan jika nilai UMK Kabupaten Malang lebih tinggi dari salah satu daerah di Jawa Timur.

"Sementara daripada honor di Blitar kita lebih tinggi. Perbandingannya dari situ tapi kan ada rumusannya sendiri. Soal ideal berapapun ya ideal," paparnya.

Sementara itu, tersiar kabar jika para pekerja di Kabupaten Malang menolak ditetapkannya tidak ada kenaikan UMK.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved