Breaking News:

Pemkot Surabaya Bakal Bedah 800 Rumah Tidak Layak Huni Mulai Januari 2022

Mulai Januari 2022 besok, Pemkot Surabaya secara bertahap akan membedah 800 rumah tidak layak huni milik warga

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Rudy Hartono
surya/nuraini faiq
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat mengunjungi penerima manfaat Program rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) di kampung Dinoyo Surabaya, Selasa (30/1/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mulai Januari 2022 besok, Pemkot Surabaya secara bertahap akan membedah 800 rumah tidak layak huni milik warga. Saat ini tengah dicari rumah-rumah yang direkomendasikan untuk dibedah.

Jumlah rumah yang akan dibedah tersebut lebih banyak dari tahun 2021 saat ini sebanyak 623 rumah. Syarat rumah yang berhak dilakukan rehabilitasi atau rombak adalah yang tidak layak huni.

"Pemkot akan terus berusaha memberi layanan pemenuhan kebutuhan dasar akan tempat tinggal. Selain Rusunawa juga ada rehabilitasi Rutilahu. Januari sudah bisa dimulai bedah rumah ini," kata Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Selasa (30/11/2021).

Rutilahu memastikan bahwa Program bedah rumah atau rehabilitasi Rutilahu tahun ini tuntas. Wawali Cak Ji pun meninjau lokasi Rutilahu di Dinoyo Buntu. Dua warga penerima manfaat Yakni Marifiati Ningsih dan Bambang Wijono.

Keduanya senang rumahnya dibenahi. Satu rumah dikerjakan dua tukang. Artinya menyerap tenaga kerja. Wawali Cak Ji meninjau lokasi didampingi Dinas Sosial, Camat Tegalsari, dan Lurah Keputran.

Melihat ada sejumlah tukang yang mengerjakan bedah rumah, Cak Ji pun menyempatkan diri memberikan nasi bungkus kepada mereka. "Wis laut laut, mangan sek cek gak lemes (sudah berhenti dulu bekerjanya, makan dulu biar tidak lemas –Red) " ucap Cak Ji.

Wawali yang sebelumnya dua kali menjabat ketua DPRD Surabaya ini berharap agar rehabilitasi bisa dikerjakan tidak lebih dari 19 Hari. Dengan begitu selain cepat, warga tidak kesulitan untuk tinggal di rumah saudara maupun kos.

Rutilahu adalah dalam rangka meningkatkan kualitas tempat tinggal  warga kurang mampu melalui perbaikan kondisi rumah menjadi rumah layak huni, sehat dan aman.

Sementara itu, Katua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah nenyebutkam bahwa proyek Rutilahu sesuai Perwali 6/2019. Proyek Pemerintah ini sudah dianggarkan untuk 2022.

"Sementara kemampuan anggaran tahun depan untuk 800 unit. Jika nanti ternyata kurang akan ditambah saat PAK. Yang penting usulan masyarakat harus bisa terpenuhi," kata Khusnul.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved