Breaking News:

Berita Jember

Pekerja PDP Kahyangan Jember Unjuk Rasa Tuntut Perbaikan Kesejahteraan

Buruh PDP Kahyangan juga menuntut supaya tiga orang direktur diturunkan dari jabatan mereka.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sri Wahyunik
Puluhan buruh PDP Kahyangan menggelar aksi di depan Pendapa Bupati Jember, Wahyawibhawagraha, Rabu (1/12/2021). 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Puluhan orang buruh dan mahasiswa berunjuk rasa di tiga tempat di Kabupaten Jember, Rabu (1/12/2021). Para buruh itu berasal dari Forum Komunikasi Pekerja Antar Kebun (FKPAK) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan dan mahasiswa dari elemen Komite Sentral Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (KS GMNI) Jember serta Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Kabupaten Jember.

Mereka menyuarakan lima pernyataan sikap dan tuntutan. Tuntutan pertama adalah pemenuhan seluruh hak normatif buruh PDP Kahyangan.

"Kami menuntut pemenuhan seluruh hak normatif buruh. Berikan upah kami sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten). Saat ini, upah yang kami dapat hanya 70 persen dari UMK Jember tahun 2018, karena sisanya masih ditangguhkan. Kami meminta penuhi upah kami sesuai dengan UMK tahun 2021. Harusnya di bawah kepemimpinan bupati baru, bisa menyelesaikan persoalan di PDP Kahyangan," tegas koordinator aksi, Dwiagus Budiyanto.

Dwiagus mencontohkan dirinya yang bekerja di kantor direksi, hanya mendapatkan gaji Rp 1,2 juta per bulan.

"Itu yang di kantor direksi, bagaimana dengan para buruh yang ada di kebun, para penderes karet," imbuhnya.

Jika dihitung dengan nilai UMK Jember tahun 2021 sebesar Rp 2.355.662, maka upah yang diterima sejumlah buruh PDP Kahyangan, lanjut Dwiagus, berkisar 56 persen saja.

Para buruh PDP Kahyangan itu pesimis ada perbaikan kinerja di bawah kepemimpinan direktur PDP Kahyangan yang baru. Oleh karena itu, mereka juga menuntut supaya tiga orang direktur diturunkan dari jabatan mereka. Sebagai informasi, ketiga direktur tersebut dilantik pada pertengahan Oktober 2021.

Dwiagus menegaskan, persoalan di tubuh PDP Kahyangan Jember saat ini hanya bisa diselesaikan oleh bupati Jember, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) PDP Kahyangan. Menurutnya, direktur baru PDP yang dilantik oleh Bupati Jember Hendy Siswanto pada Oktober kemarin, tidak menguasai dan memehami tentang perusahaan perkebunan.

"Karenanya, yang bisa menyelesaikan persoalan di PDP ini hanya bupati. Penuhi saja hak-hak para buruh, penuhi kesejahteraan buruh, sudah beres. Mau direkturnya tukang becak, atau nahkoda, tidak masalah," lanjut Dwiagus sambil menyindir.

Melalui aksi untuk kesekian kalinya ini, para buruh meminta bertemu dengan bupati Jember. Namun pada Rabu (1/12/2021), para buruh tidak ditemui oleh Bupati Hendy Siswanto karena dia sedang ada di luar kota.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved