Breaking News:

Berita Kota Kediri

Targetkan Beroperasi 2023, Bandara Kediri Mampu Menampung 1,5 Juta Penumpang per Tahun

“Terima kasih kepada Gudang Garam, kami lihat investasinya tidak kecil, sekitar Rp 8 triliun sampai Rp 9 triliun,” ujar Luhut.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan bersama rombongan mengunjungi proyek Bandara Internasional Dhoho Kediri, Selasa (30/11/2021). 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri yang merupakan proyek prestisius di Jatim bagian Selatan, ditargetkan bisa tuntas dalam 1,5 tahun. Detailnya, proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2022 dan bisa beroperasi pada pertengahan 2023.

Istata Taswin Siddharta, Direktur PT Gudang Garam Tbk menjelaskan, saat ini progress pembangunan bandara telah masuk tahapan earth-work dan mencapai 80 persen.

“Salah satu tujuan pembangunan bandara ini adalah untuk meningkatkan konektivitas dan memperbaiki disparitas pembanunan di Jawa Timur bagian Selatan. Daerah di sekitar bandara juga akan tumbuh menjadi pusat perekonomian baru,” kata Istata, saat mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (30/11/2021).

Dijelaskan, PT Gudang Garam Tbk melalui anak perusahaannya akan membangun akses jalan menuju bandara sepanjang 7,2 KM sebagai bagian rangkaian Tol Kediri – Tulungagung sepanjang 37 KM, Sehingga total panjang tol tersebut adalah 43 KM.

Bandara Internasional Dhoho memiliki runway sepanjang 3.300 meter dengan lebar landasan 45 meter, berada di atas lahan seluas 371 hektare. Dengan luas terminal 18.000 meter persegi, bandara ini akan mampu menampung 1,5 juta penumpang setiap tahun.

Sebagai bandara internasional, Bandara Dhoho juga melayani penerbangan internasional untuk keperluan ibadah haji dan umrah.

Sementara Luhut juga menyampaikan, pembangunan bandara ditargetkan selesai akhir tahun 2022 dan siap beroperasi pertengahan 2023. Dalam kunjungannya Luhut didampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Jalil, dan melihat langsung proses pembangunan Bandara Dhoho di Desa/Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Proyek bandara itu dibangun PT Surya Dhoho Investama (anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk) melalui skema kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Luhut juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembangunan bandara yang tergolong cepat.

“Kami tujuh bulan yang lalu datang ke sini dengan Pak Sofyan, progressnya baik sekali. Ini akan punya dampak positif di selatan Jawa Timur,” ungkap Luhut.

Dengan keberadaan Bandara Dhoho, masyarakat di Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kediri dan sekitarnya tidak perlu lagi ke Surabaya untuk mengakses transportasi udara. Terlebih lagi dukungan infrastruktur jalan tol yang akan mempercepat konektivitas antar daerah.

“Terima kasih kepada Gudang Garam, kami lihat investasinya tidak kecil, sekitar Rp 8 triliun sampai Rp 9 triliun,” ujar Luhut.

Luhut mengajak semua pihak mendukung pembangunan bandara dan jalan tol demi meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Selatan Jatim. Termasuk penyelesaian pembebasan lahan yang sampai saat ini masih tersisa 1,7 hektare.

Sebagai proyek strategis nasional, pembangunan bandara Internasional Dhoho tidak boleh ada yang menghambat. Pemerintah telah memberi kelonggaran kepada para pemilik lahan yang dibebaskan dengan nilai ganti untung yang besar. “Kita semua harus dukung. Polri dan TNI bantu pengamanan, termasuk pemda,” ujar Luhut.

Sementara Sofyan Jalil menjelaskan, kementeriannya berkomitmen untuk membantu penyelesaian terkait pengurusan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan bandara. “Tugas saya membantu pembebasan lahan. Teman-teman BPN harus lebih pro aktif. Apa yang sudah dilakukan Gudang Garam luar biasa untuk wilayahnya,” kata Sofyan. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved