Berita Lamongan
Realisasikan Program 'Kotaku', Masyarakat Dilibatkan Dalam Perbaikan Kawasan Kumuh di Lamongan
Kotaku adalah program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI yang dalam perkembangannya menunjukkan hasil.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Lingkungan yang kumuh dan tidak rapi menjadi sasaran pembersihan dan perbaikan yang digencarkan Pemkab Lamongan lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) selama 2021 ini. Sejauh ini, trend wilayah kumuh di Lamongan terus menurun berkat keterlibatan aktif warga atau masyarakat di kawasan yang menjadi sasaran program ini.
Selama ini luas kawasan kumuh di Lamongan mencapai 395,05 hektare. Data itu sesuai SK Bupati Lamongan nomor 188/356/KEP/413-013/2021.
"Dari program Kotaku saja, intervensi penurunan kawasan kumuh hampir mencapai 11 persen menjelang akhir 2021," kata Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, Teguh Ali Sabudi kepada wartawan, Selasa (30/11/2021).
Kotaku adalah program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI yang dalam perkembangannya menunjukkan hasil. Ada progress besar dalam menyelesaikan masalah wilayah kumuh melalui pemberdayaan masyarakat desa.
Tidak hanya oleh masyarakat, peran Pemkab Lamongan juga mampu mengangkat kondisi masyarakat yang semula kumuh, menjadi bangkit menuju wilayah bersih. "Tugas berat menghilangkan kawasan kumuh per tahunnya fluktuatif, tetapi angka penurunan kawasan kumuh cukup mendominasi," ungkap Teguh.
Ditambah Teguh, saat ini ada dua kecamatan yang menunjukkan penurunan kawasan kumuh yang cukup drastis setelah menjadi bagian dalam program Kotaku, yakni, Kecamatan Lamongan dan Paciran
Terhitung ada 12 desa dan kelurahan di dua kecamatan tersebut yang mampu memenuhi indeks kawasan layak huni. "Program Kotaku di dua kecamatan itu berjalan cukup bagus," tambahnya.
Sementara Tim Leader Program Kotaku OSP III Jatim, Abdul Salam mengatakan, dalam setahun terakhir pihaknya telah melakukan pembangunan dan pemeliharaan infratruktur desa. "Salah satu caranya dengan melibatkan warga desa untuk masuk dalam program Kotaku, bahkan para pekerjanya dari masyarakat setempat, " kata Salam.
Pihaknya optimistis bahwa melalui kegiatan tersebut, lambat laun kesadaran akan terbentuk di tengah masyarakat. Seperti diketahui, penggerak program Kotaku bersama sebagian OPD di Pemkab Lamongan telah menggelar lokakarya yang khusus ditujukan untuk menyatukan pandangan dari program ini. ****
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/penataan-kawasan-kumuh-di-lamongan.jpg)