Breaking News:

Berita Blitar

Listrik di Dusun Ini Sering Byar-Pet, Tetapi Malah Selamatkan Jamaah Mushala dari Terjangan Longsor

Karena listrik padam, maka kegiatan shalat Maghrib rutin di mushala tersebut ditiadakan karena mushala gelap gulita.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Muspika dan warga Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar meninjau mushala yang tertimpa tebing longsor, Selasa (30/11/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Selama bertahun-tahun aliran listrik di Dusun Genjong, Desa Ngadirejo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar selalu terbatas dan sering padam alias byar-pet. Tetapi pemadaman listrik, Senin (29/11/2021) sore, justru menjadi penyelamat belasan warga dusun tersebut dari bencana tanah longsor yang menghancurkan mushala di sana.

Karena listrik padam, maka kegiatan shalat Maghrib rutin di mushala tersebut ditiadakan karena mushala gelap gulita. Dan saat Maghrib itu, mendadak terjadi tanah longsor dari tebing di dekat mushala, sehingga mengakibatkan luruhnya material longsor sampai menjebol dindingnya.

Muhari (42), yang biasa memimpin shalat berjamaan di mushala itu pun kaget dan tiada henti mengucap syukur. Kalau saja saat itu listrik tidak padam petang itu, maka ia dan para jamaah lainnya pasti tidak menjadi korban tanah longsor.

"Saya hanya bisa bersyukur atas musibah itu. Memang, mushala kami rusak namun kami dan warga lainnnya yang biasa shalat berjamaah di situ, selamat semua," ujar Muhari, Selasa (30/11/2021) siang, sambil memandangi tembok mushala yang jebol karena tertimpa tanah longsor dari tebing setinggi 10 meter.

Muhari menuturkan, pemadaman listrik di dusun itu terjadi bersamaan hujan deras disertai angin kencang sejak Senin (29/11/2021) siang. Tetapi menurut Muhari, sudah menjadi kebiasaan bahwa listrik pasti padam setiap turun hujan di dusun itu, bahkan pemadaman bisa terjadi sampai belasan jam atau seharian.

Dikatakan Muhari, karena listriknya padam dan hujan tak kunjung reda, pihaknya terpaksa meniadakan shalat Maghrib berjamaah di mushala itu. Sebab, kondisi musalanya gelap dan tifak punya cadangan penerangan lainnya.

Dan saat tiba waktu Maghrib dan mushala sedang kosong, warga mendadak mendengar suara gemuruh. Ternyata itu suara tebing longsor dari tegalan di atas mushala dan menerjang mihrab (tempat imam) dan sepanjang sisi tembok mushala sampai jebol.

"Untungnya, saat kejadian itu tak ada jamaah sehingga tidak ada korban. Saya tidak bisa membayangkan, apa yang akan terjadi kalau saat longsor itu ada warga yang shalat berjamaah," tutur Muhari.

Muhari sempat mengaku gemetar, karena ia biasanya berada di dalam mihrab itu untuk memimpin shalat berjamaah bersama warga. "Saya bersyukur karena semua selamat. Bagaimana misalnya kalau saat shalat dan saya menjadi imamnya, pasti tidak sempat menghindar," tambahnya.

Kini kerusakan mushala itu menjadi pekerjaan rumah bagi Muhari dan warga dusun. Hanya, ia bersyukur karena saat itu biasanya banyak anak-anak yang biasa shalat berjamaah di mushala.

Halaman
12
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved