Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Gubernur Khofifah Ketatkan Kewaspadaan Penularan Varian Omicron dari Tenaga Migran dari Hongkong

Gubernur Khofifah menyebutkan adanya potensi besar celah masuknya varian Omicron dari pekerja migran, khususnya dari Hongkong.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) akan melakukan peningkatan kewaspadaan guna mencegah masuknya varian Omicron ke Jawa Timur.

Memang hingga hari Selasa (30/11/2021) ini, varian Omicron belum ditemukan masuk di wilayah Indonesia. Namun, Gubernur Khofifah menyebutkan adanya potensi besar celah masuknya varian Omicron dari pekerja migran, khususnya dari Hongkong.

Sebagaimana ramai diberitakan, negara-negara yang sudah ditemukan adanya indikasi penularan virus covid-19 varian Omicron salah satunya adalah Hongkong. Padahal banyak warga Jawa Timur yang menjadi tenaga migran di Hongkong.

"Kita mendengar Omicron sudah ditemukan di sejumlah negara yang kemungkinan yang potensi terkoneksi dengan mobilitas antar warga negara Indonesia, dalam hal ini Hongkong. Karena kita kan punya banyak PMI di sana dan akhir tahun biasanya banyak yang kembali pulang, tentu kita harus membangun kewaspadaan," tegas Gubernur Khofifah.

Kewaspadaan yang disiapkan mulai dari pengaturan sistem karantina, teknis pemulangan hingga tes sqeuencing sebagaimana diterapkan pada setiap tenaga migran yang masuk pulang ke Jawa Timur. Pasalnya dengan squencing tersebut akan mudah diketahui varian baru yang muncul.

Sementara itu, saat ini kondisi pandemi covid-19 di Jatim sudah melandai. Capaian vaksinasi juga terus menigkat.

"Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang terus memasifkan vaksinasi di Jawa Timur. Alhamdulillah, berdasarkan data Dashboard Kemenkes/KCPEN, per 27 November 2021, capaian dosis pertama Vaksinasi Covid-19 di Jatim tembus 22.316.301 orang atau 70 ,12 persen dari target provinsi," kata Khofifah.

"Sementara untuk capaian dosis kedua, vaksinasi Covid-19 di Jatim mencapai 14.829.578 orang atau 46,60 persen," tambahnya.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi lansia, dikatakan Khofifah, sudah banyak yang telah tercapai. Tepatnya ada 19 daerah di Jatim yang telah mencapai 70 persen lebih untuk capaian vaksinasi untuk lansia.

Tak lupa ia juga mengimbau seluruh masyarakat Jawa Timur, untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Ia mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir, bahkan ada ancaman baru dari varian baru covid-19 yang disebut dengan Omicron.

Lebih lanjut berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Jawa Timur, per hari ini kasus aktif covid-19 di Jatim ada sebanyak 224 orang.

Dengan jumlah kasus aktif terbesar ada di Kabupaten Mojokerto sebanyak 20 orang, kemudian di Ngawi sebanyak 13 orang, di Lumajang 12 orang dan di Jember 11 orang. Sedangkan yang lain hampir merata dengan sebaran kurang dari 10 kasus per kabupaten/kota.

Saat ini Provinsi Jatim menjalankan PPKM level 1 dengan seluruh daerah kabupaten/kota masuk zona kuning atau risiko rendah penularan covid-19.

Dikatakan Khofifah, Jatim masih menjadi provinsi dengan kabupaten/kota terbanyak PPKM level 1.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved