Breaking News:

Berita Lamongan

Diterjang Gelontoran Air Sungai, Jembatan Penghubung Antara Dusun di Lamongan Hanyut

Intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur Lamongan berdampak sebuah jembatan penghubung antar dusun di Lamongan hanyut.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Rudy Hartono
Diterjang Gelontoran Air Sungai, Jembatan Penghubung Antara Dusun di Lamongan Hanyut
surya/hanif manshuri
Kondisi jembatan yang menghubungkan antara Dusun Seren dan Dusun Kandangan yang berada di wilayah Desa Jatipandak, Kecamatan Sambeng yang putus diterjang luapan air sungai, Selasa (30/11/2021)

SURYA.co.id ILAMONGAN - Intensitas hujan yang cukup tinggi mengguyur Lamongan berdampak cukup beragam. Beberapa kali  tanggul sungai Plalangan jebol, pohon - pohon besar tumbang, dan sebuah jembatan penghubung antar dusun di Lamongan hanyut.

"Jembatan itu sudah tidak mampu menahan derasnya aliran sungai dan hanyut pada Senin malam (29/11/2021) lalu," kata Camat Sambeng Eko Tri Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/11/2021).

Dipastikan jembatan itu tidak kuat menahan derasnya arus sungai saat hujan deras yang membuat volume air sungai meluap hingga menerjang badan jembatan.

Selain itu,  jembatan alternatif juga sempat mengalami penurunan pada bagian pondasinya.

Jembatan alternatif yang ambruk ini adalah jembatan yang menghubungkan antara Dusun Seren dan Dusun Kandangan yang berada di wilayah Desa Jatipandak, Kecamatan Sambeng. Jembatan ini biasanya menjadi jalur alternatif bagi warga untuk dilalui seiring dengan dibangunnya jembatan baru yang belum selesai pengerjaannya.

Kata Eko, jembatan alternatif antar dusun ini ambruk setelah sebelumnya beberapa waktu lalu pilar-pilarnya sempat retak dan hampir putus. Setelah itu, lanjut Eko, derasnya hujan yang mengguyur di wilayah sekitar hulu mengakibatkan terjadinya luapan sungai yang arusnya sangat deras dan membawa material dari hulu.

Diduga karena pilar jembatan tidak bisa menahan arus air sehingga jembatan ambruk. "Jembatan sudah tidak mampu menahan derasnya aliran sungai dan hanyut pada 29 November malam," katanya.

Dikatakan, awal November, jembatan sebelumnya sudah  terjadi penurunan pada pondasi  akibat derasnya arus sungai yang membawa material banjir dan tersangkut di jembatan.

Pihaknya bersama Muspika Sambeng  dan semua perguruan silat yang ada di Kecamatan Sambeng melakukan antisipasi awal agar jembatan tidak ambruk dengan menggelar kerja bakti membersihkan material yang menyangkut di jembatan.

"Setelah terjadi penurunan pondasi jembatan, kami bersama-sama melakukan antisipasi awal melalui kerja bhakti Muspika dan Perguruan Silat untuk pembersihan sungai," katanya.

Namun, hujan yang terus menerus terjadi di wilayah selatan membuat air sungai meluap hingga memakan badan jembatan.

"Akibatnya, pondasi jembatan ambles lagi. Saat itu  jembatan ditutup, tidak boleh  dilalui, " katanya.

Kemudian disusul hujan deras terus menerus, hingga Senin (29/11/2021) malam dan membuat pondasi jembatan ambles lagi, hingga putus.

"Untuk sementara kita akan membuat jembatan darurat dengan memanfaatkan pondasi jembatan pengganti yang dalam proses pembangunan, " katanya.

Pihaknya tengah mendatangkan material yang akan digunakan sebagai jembatan darurat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved