Breaking News:

Berita Bangkalan

Bupati Bangkalan Bantu Perbaikan Rumah Korban Pohon Tumbang, Cuaca Ekstrem Masih Mengancam

Di kampung tersebut, terdata ada tiga rumah dan sebuah mushala tertimpa pohon beringin akibat diterjang angin.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron bersama Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Morris mengunjungi lokasi terdampak angin kencang di Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya, Selasa (30/11/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Di tengah padatnya kegiatan sebagai orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bangkalan, tidak mengikis rasa empati Bupati R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif). Ia bergegas menuju Desa Buduran, Kecamatan Arosbaya usai menyerahkan mobil Ambulans PSC 119 di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Selasa (30/11/20210).

Didampingi Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Morris, Ra Latif tiba di Dusun Be’elah sekitar pukul 10.00 WIB. Di kampung tersebut, terdata ada tiga rumah dan sebuah mushala tertimpa pohon beringin akibat diterjang angin, Minggu (28/11/2021) sore. Di saat bersamaan hujan menerjang Bangkalan hingga Senin (29/11/2021) pagi.

Selain meninjau lokasi pohon tumbang dan tiga rumah terdampak, Ra Latif juga memberikan bantuan sembako dan bantuan material bangunan berupa 4.200 keping genteng, 70 lembar asbes, hingga peralatan dapur kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi.

“Kami merasakan, semoga dengan bantuan itu bisa meringankan beban korban yang rumahnya tertimpa pohon,” ungkap Ra Latif usai menyerahkan sejumlah paket sembako dan bahan-bahan kebutuhan perbaikan rumah.

Cuaca ekstrem di Bangkalan akibat fenomena La Nina sebelumnya telah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Surabaya melalui Peringatan Dini Cuaca Jawa Timur per Minggu (28/11/2021).

Disebutkan, potensi hujan lebat-sedang, angin kencang, serta sambaran petir diprediksi menerjang Kabupaten Bangkalan pada pukul 14.30 WIB. “Satu unit rumah dengan kondisi rusak berat akan kami perbaiki dengan anggaran melalui program RTLH (Rumah Tidak Layak Huni),” pungkas Ra Latif.

Sekedar diketahui, bencana hidrometeorologi diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembaban, temperatur, dan angin. Bencana hidrometeorologi di antaranya berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrim, kekeringan, serta kebakaran hutan, dan lahan.

BPBD Bangkalan telah memetakan lima kecamatan sebagai wilayah rawan banjir, meliputi Kecamatan Blega, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Sepulu, dan Kecamatan Tajungbumi.

Empat kecamatan yang rawan bencana tanah longsor adalah Kecamatan Galis, Kecamatan Konang, Kecamatan Geger, dan Kecamatan Kokop.

Sedangkan delapan kecamatan rawan bencana angin kencang dan puting beliung meliputi Kecamatan Kota, Kecamatan Burneh, Kecamatan Labang, Kecamatan Socah, Kecamatan Labang, Kecamatan Modung, Kecamatan Kwanyar, hingga Kecamatan Blega.

Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Morris mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem. Baik puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es maupun dan dampak yang dapat ditimbulkannya. Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang.

Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi cuaca terkini, lanjutnya, BMKG Juanda membuka layanan informasi cuaca 24 jam. Bisa diakses lewat website http://www.juanda.jatim.bmkg.go.id atau dengan mem-follow media sosial baik di Instagram, Facebook atau Twitter @infobmkgjuanda. Bisa juga lewat aplikasi iOS dan Android "Info BMKG" atau langsung saja kontak ke kantor BMKG.

“Sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan terhadap tingginya curah dan intensitas hujan ke depan, maka kami juga imbau masyarakat rajin meng-update informasi terbaru dari BMKG tentang prediksi cuaca berikut analisanya. Di antaranya ikhtiar kesiapsiagaan bencana oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bangkalan,” ungkap Rizal ketika dihubungi SURYA.

Ia menambahkan, BPBD Bangkalan akan mengerahkan semua kemampuan terutama penanganan kedaruratan dalam penanggulangan bencana. Jika itu jangka panjang, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov/Pemerintah Pusat yang berkaitan dengan soal kewenangan sesuai aturan dan ketentuan. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved