Breaking News:

Berita Surabaya

BAN S/M Jatim Temukan Banyak Lembaga Pendidikan Pakai Pola Lama untuk Ajukan Akreditasi Selama 2021

BAN Sekolah/Madrasah Provinsi Jawa Timur menemukan banyak Lembaga memakai pola lama untuk pengajuan akreditasi selama tahun 2021.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
sulvi sofiana/surya.co.id
Ketua BAP S/M Jatim, Prof Roesmaningsih, saat membuka Rakorda II BAN S/M Jatim, Senin (30/11/2021) sore. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah Provinsi Jawa Timur menemukan banyak Lembaga memakai pola lama untuk pengajuan akreditasi selama tahun 2021.

Ketua BAN S/M Jatim, Prof Roesmaningsih, mengatakan dari hasil evaluasi visitasi selama tahun 2021 menunjukkan masih banyak sekolah berpaku pada sistem akreditasi pola lama yakni compliance based.

Sedangkan sejak tahun 2020, BAN S/M mulai menerapkan pola instrumen akreditasi satuan pendidikan (IASP)  2020 yang mengutamakan pada performance based.

Pola instrumen ini menekankan pada tataran empat standart pendidikan, yakni standart guru dan tenaga pendidik, standard proses, standard pengelolaan, dan standart kelulusan (standart kompetensi lulusan).

"Masih banyak kendala (pada proses akreditasi). Karena polanya baru. Sekarang menggunakan IASP 2020, paradigmanya pada performa. Kalau dulu pada compliance based, sekedar aturan dipenuhi. Kalau performance ini pada kinerja. Ini menjadi kendala pada sekolah madrasah. Karena belum terbiasa menyiapkan dokumen yang merekam kinerja sekolah madrasah," ujarnya seusai pembukaan Rakorda II BAN S/M Jatim, Senin (30/11/2021) sore.

Prof Roes, sapaan akrabnya, mencontohkan jika pada pola compliance based lembaga terbiasa hanya menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), tapi pada performance based hal ini tidak bisa dilakukan.

Sebab, pengajuan RPP saat akreditasi juga harus dibuktikkan dengan rekaman guru mengajar dan aktivitas siswa.

Karena itu, pihaknya meminta agar lembaga lebih tertib administrasi dan jangan menunda pekerjaan.

"Ini belum terbiasa. Itupun juga menjadi kendala sekolah untuk mengunggah dokumen ketika divisitasi secara daring. Sampai detik terakhir kita selalu mendorong untuk menuntaskan dokumen-dokumen untuk akreditasi IASP 2020," tambah dia.

Sementara itu, hasil akreditasi selama tahun 2020, terdapat 10 lembaga yang mengalami penurunan penilaian akreditasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved