Breaking News:
Grahadi

Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi di Depan Gedung Negara Grahadi

Puluhan ribu orang rombongan massa aksi dari kalangan buruh terus berdatangan di depan Gedung Negara Grahadi

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Rudy Hartono
surya/fatimatuz zahro
Puluhan ribu orang rombongan massa aksi dari kalangan buruh terus berdatangan di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (29/11/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Puluhan ribu orang rombongan massa aksi dari kalangan buruh terus berdatangan di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (29/11/2021). Para massa aksi tersebut datang dari berbagai daerah dan perusahaan.

Dengan menggunakan kendaaran bus, truk, dan sepeda motor, mereka para buruh memusatkan aksi bersama di depan Gedung Negara Grahadi dengan harapan bisa ditemui langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Para kalangan buruh yang berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi hari ini didominasi oleh pekerja dari perusahaan yang ada di ring satu Jawa Timur. Yaitu dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan juga dari Mojokerto.

Para pekerja yang melakukan aksi demonstrasi membawa poster poster menyuarakan tuntutan mereka. Uniknya para massa aksi hari ini banyak hadir para pekerja dari kalangan perempuan.

Setelah berkumpul semua, para buruh secara bergiliran naik ke truk komando dan menyerukan tuntutan terkait penentuan UMK tahun 2022. Para buruh meminta agar Gubernur Khofifah berpihak pada buruh dan memberikan kebijakan kenaikan UMK tidak sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2021.

Dalam orasinya buruh tersebut juga meminta agar kenaikan UMK sesuai dengan tuntutan mereka acuan UU No 13 Tahun 2003. Bukan hanya sebesar 1 persen sebagaimana aturan PP Nomor 36 Tahun 2021 yang dijadikan acuan dalam penentuan upah.

"Harga bahan pokok naik, jika upah hanya naik 1 persen lalu bagaimana kami mencukupi kebutuhan hidup, kita tau harga minyak goreng juga naik, kita memonta Gubernur Khofifah selaku ibunya warga Jawa Timur untuk memperjuangkan nasib kami," kata salah satu orator.

Tidak hanya menyoal UMK, dalam aksinya kalangan buruh juga meminta Gubernur Khofifah untuk merevisi Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/783/KPTS/013/2021 tentang Upah Minimum Provinsi Jawa Timur tahun 2022 dan melalukan pembahasan ulang UMK 2022 tanpa menggunakan PP No 36/2021.

"Kami tegaskan agar Gubernur berpihak pada kami, untuk segera melakukan pembahasan ulang dengan mengacu kepada UU nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Jangan mengacu pada PP nomor 36, karena saat ini tengah ditangguhkan oleh MK," ujar Jazuli, Jubir Gasper Jatim.

Diperkirakan Jazuli, total ada sekitar 25 ribu massa aksi yang berkumpul di depan Gedung Negara Grahadi ini. Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung bahkan setelah adzan maghrib.

"Kami siap menginap, ini baru awal, besok 50 ribu buruh akan tumpek blek di sini," tandasnya.

Sementara Gubernur Khofifah belum ada tanda tanda akan keluar dari Gedung Negara Grahadi untuk menemui para buruh.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved