Breaking News:

Berita Malang Raya

Di Kabupaten Malang, Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung Tinggi

Angka kematian akibat penyakit jantung dan penyakit cardiovascular di Kabupaten Malang termasuk tinggi.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/erwin wicaksono
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo 

SURYA.CO.ID, MALANG - Angka kematian akibat penyakit jantung dan penyakit cardiovascular di Kabupaten Malang termasuk tinggi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang mencatat ribuan orang meninggal akibat penyakit yang menyerang sirkulasi darah tersebut.

"Penyakit jantung dan cardiovascular menduduki angka tertinggi penderitinya di Kabupaten Malang. Ini menjadi prioritas kami agar bisa diturunkan angka kematiannya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, Senin (29/11/2021).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2020, 18.000 jiwa meninggal karena berbagai penyakit. 10 persen diantaranya akibat penyakit jantung.

Artinya, dalam setahun saja 1.800 orang merenggang nyawa karena terserang penyakit jantung.

"Kematian akibat jantung saat ini menyerang kelompok usia produktif yakni 20 tahun ke atas.Dalam satu tahun pada tahun 2020 kematian akibat penyakit mencapai 18.000 jiwa. Persentasenya 10 persen dari jumlah tersebut akibat penyakit jantung dan kardiovaskuler," beber pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini.

Arbani menegaskan jika pihaknya tidak diam saja dalam menyikapi fenomena tingginya angka kematian akibat jantung.

Menurut Arbani, penanganan penyakit jantung harus dilakukan dengan skema terintegrasi.

Baca juga: UMKM Mitra Binaan Semen Indonesia Ikuti OPOP Expo di Icon Mall Gresik

Dinkes Kabupaten Malang memiliki kader Smart Health yang bertugas untuk melakukan screening penyakit jantung di lingkungan masyarakat.

"Terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir. Skemanya dari hulu melalui kader Smart Health untuk melakukan screening kesehatan bagi kelompok usia 15 tahun kesehatan. Guna mengetahui resiko penyakit jantung," papar mantan Direktur RSUD Lawang itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved