Breaking News:

Berita Surabaya

Buruh Jawa Timur Kembali Gelar Demonstrasi Tolah Upah Murah, Lakukan Sweeping Pabrik di Surabaya

Diperkirakan besok, massa buruh yang akan mengikuti demonstrasi penolakan upah murah semakin besar.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Febrianto Ramadani
Ribuan buruh Jawa Timur kembali turun ke jalan menolak upah murah di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (29/11/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sejumlah buruh di Jawa Timur kembali menggelar demo menolak upah murah di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (29/11/2021).

Massa peserta aksi membawa berbagai spanduk yang bertuliskan berbagai tuntutan kepada pemerintah untuk menaikan UMK hidup layak pekerja.

Dalam unjuk rasa kali ini, sebagian massa aksi di daerah Surabaya melakukan sweeping. Namun, di luar Surabaya tidak ada sweeping. Meski demikian, diperkirakan besok massa akan semakin besar.

Juru Bicara Gerakan Serikat Pekerja (Gasper) Jatim, Jazuli menyatakan, aksi kesekian kali ini menunjukkan gelombang massa semakin besar dan besok diperkirakan adalah puncak unjuk rasa.

"Apalagi seiring dengan putusan Mahkamah Konstitusi ini menambah kepercayaan diri kami, semangat juang gerakan kaum buruh untuk mendapat upah yang sangat layak," ujarnya.

Dirinya menambahkan, beberapa kali pertemuan antara perwakilan buruh dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tidak ada titik temu.

Menurutnya, pemerintah sangat kaku dengan PP 36. Meskipun beberapa hari yang lalu MK mengeluarkan putusan yang intinya Undang-Undang Cipta Kerja tidak layak.

"Kalau usulan UMK dari Ring 1 ada 5 daerah. Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo, kalau berbicara UMK di Surabaya paling rendah Rp 4,3 juta, Pasuruan Rp 4,5 juta, Gresik 4,6 juta," ungkapnya.

"Usulan paling tinggi Gresik 7,05 persen, Pasuruan 7 persen, disusul Mojokerto, Sidoarjo 3,36 persen dan Surabaya 2,25 persen. Tentu kalau bicara soal UMK, Surabaya tertinggal. Ada juga dengan terkait usulan UMSK daerah daerah lain lebih tinggi dari Surabaya," imbuhnya.

Baca juga: 2500 Personel Gabungan TNI dan Polri Amankan Aksi Unjuk Rasa Buruh di Depan Gedung Grahadi Surabaya

Jazuli berpendapat, sebagai pemerintahan yang baik harus mendengarkan aspirasi dari rakyat. Apalagi ribuan orang sudah berkumpul di sini dari beberapa kabupaten/kota di Jatim.

"Sebagai pemimpin yang baik harus menemui kami dan menyampaikan. Apalagi yang diputuskan kepentingan orang banyak. Jadi harus ketemu dengan kami dan berani diskusi secara produktif, harus memiliki solusi yang baik dan berani menyampaikan," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved